Sisi lain Bali yang mempesona

Hujan seolah menumpahkan kasih sayangnya bagi bumi malam itu, sangat lebat sekali, sementara kegelapan mencekam di tengah lebatnya hutan Taman Nasional Bali Barat, hanya satu doa saya “semoga motor mio yang saya sewa ini tidak mogok di area Taman Nasional yang sepi di malam ini”.

Perjalanan ini masih terasa jauh sekali menepuh rute Taman Nasional Bali Barat (TNBB) menuju Kuta, sebenarnya mudah untuk mencari penginapan di daerah situ untuk menghindar dari ganas nya hujan saat itu, namun sahabat saya yang sedari pagi nangkring di boncengan motor mio sewaan besok pagi harus melanjutkan petualangan nya ke Surabaya, jadi mau tidak mau, suka tidak suka saya harus menerobos gelapnya malam dan ganas nya hujan.

Ketika masih di daerah Bali barat saya mencoba berkompromi dengan alam yakni harus berteduh sejenak di sebuah halte di pinggir jalan karena hujan yang turun sangat mengerikan sekali, belum lagi jalur itu adalah jalan propinsi yang menghubungkan Denpasar dengan pulau Jawa, sehingga truk dan bus bersliweran dengan kencang sekali, yang jadi pertimbangan saya untuk harus berteduh adalah perlengkapan fotografi saya, kebetulan saat itu menggunakan tas kamera murah yang saya masih ragu tentang bahan anti airnya, harganya yang seperlima harga tas sejenis buatan luar negeri, namun dari segi fungsi saya mengacungi jempol buat produsen Bandung itu.


Setelah berjuang sedikit untuk mendapatkan plastik-plastik besar guna melindungi tas-tas kami dari air hujan, dah hujan sudah tidak seseram seperti sebelumnya maka perjalanan mulai dilanjutkan, namun hanya berselang 15 menit dari halte bis tersebut hujan lebat kembali memeluk perjalanan ini, namun hati sudah tenang karena kamera sudah terbungkus dengan aman. Meskipun sebelumnya saya sudah pernah menempuh rute tersebut namun saya merasa masih asing dengan jalan-jalan yang saya lalui, mungkin karena berada di tengah hujan lebat dan jalanan yang gelap gulita, saat kebelet pipis saya menepikan motor dan turun untuk melaksanakan rutinitas ini, namun saya di kagetkan melihat muka boncenger saya.

Muka Prast terlihat pucat pasi seperti mayat, saya tidak tega melihatnya, sembari saya menunaikan hajat di seberang jalan dia tiduran sebentar, sepertinya terserang masuk angin yang hebat, tiap beberapa detik dia bersendawa, apa dia kesurupan seperti kejadian-kejadian yang saya baca di naked treveller? Ternyata tidak, hanya lemas dan sakit semua badannya, saya berusaha mengobarkan kembali semangatnya sembali membantu memijat punggungnya agar kondisinya sedikit lebih enak.


Sementara badan saya juga rasanya capek sekali, mengendarai motor barangkat dari Kuta jam 7:00 menempuh jalur Bedugul-Singaraja-Taman Nasional Bali Barat-Gilimanuk dan sekarang dalam perjalanan menuju Kuta di saat jam di tangan sudah menunjuk kan pukul 00:15 dini hari, setelah beristirahat sekitar 10 menitan dan muka pucatnya sudah sedikit hilang perjalan saya lanjutkan kembali hingga akhirnya tepat pukul 01:30 saya sampai kembali di hotel bintang 5 Grand Aston Kuta hadiah dari jerih payah saya menulis di sebuah majalah, satpam dan petugas hotel sempat sedikit curiga melihat saya yang belepotan masuk ke hotel berbintang seperti itu, namun setelah mereka tahu bahwa saya adalah tamu, mereka akhirnya tersenyum, berkali-kali saya merasakan seperti itu jika harus menginap di hotel mahal, maklum lah biasanya juga penginapan murah meriah.

Hujann
Hujann
Sunset di menjangan
Sunset di menjangan

Setelah membersihkan diri di hangatnya air shower sayap pun mengambil posisi tidur, terlihat sahabat yang tadi mukanya pucat pasi sudah terlelap dengan berjuta kisah petualangan nya hari ini, mulai dari meriahnya Pura Ulundanu yang sedang berhias karena akan ada perayaan keagamaan, memandang danau Tamblingan dari atas di saat hujan, menyeberang ke pulau Menjangan dan menikmati keindahan bawah lautnya, sementara saya hanya bisa tersenyum jika mengingat petualangan gila seharian tadi.

Let’s Get Lost. Lostpacker.

 

Album foto lengkapnya silahkan klik : Another side of Bali on Flickr

 

Penganut Pesan Kakek "Jadilah pejalan dan belajarlah dari perjalanan itu". Suka Jalan-jalan, Makan-makan, Poto-poto dan Buat Video. Cek cerita perjalanan saya di Instagram dan Youtube @lostpacker

Related Posts

2 Responses
  1. Tekno a.k.a Bolang

    ha ha ha saya kesini ya setelah lihat liputan kamu, memang pantas untuk di kangeni tempat ini, ayok nyilem bareng kesana.

Leave a Reply