Banyak orang yang menyangka bahwa kota Jakarta itu tidak memiliki spot-spot asik untuk berwisata. Padahal kalau kita jeli, masih banyak tempat wisata yang menarik yang bisa kita nikmati bareng sahabat ataupun keluarga.
Seperti hari minggu kala itu. Saya dan tiga orang sahabat membuat janji untuk berjalan-jalan di seputaran kota Jakarta. Dari hasil perundingan sebelumnya maka di pilihkan spot Monas dan sekitarnya. Walaupun saya sudah beberapa kali berkunjung masuk ke dalam komplek tugu Monas ini, tapi belum sekalipun naik keatas puncaknya. Nah kami berencana untuk menaikinya di hari minggu itu.

Yang paling gasik sampai di lokasi janjian adalah Indri juwono sang pemilik blog keren tindaktandukarsitek ini. Yang ke dua sampai adalah saya dan di susul oleh Firsta si DiscoverYourIndonesia ini. Eh tapi Fahmi mana ya? si programer yang hendak meminang gadis pujaannya dalam waktu itu belum menampakkan batang hidungnya. Kemanakah dia?
Sambil menunggu berita dari Fahmi kucing sang pemilik blog keren Catperku itu kami bertiga memasuki area tugu Monas terlebih dahulu. Ramai sekali sepertinya pagi itu, ada yang asik bercengkrama dengan keluarga, ada yang terlihat sibuk dengan dagangannya, serta terlihat pula beberapa tukang foto keliling yang sedang merayu calon pelanggannya. Sementara itu antrian panjang juga terlihat di pintu masuk kedalam lift tugu Monas. Akhirnya kami harus mengurungkan niat untuk melihat pemandangan kece dari atas sana.

Kawasan sekitar tugu Monas sekarang sudah terlihat rapi dan bersih. Bahkan di hari-hari tertentu kawasan ini akan berubah riuh jadi pasar rakyat. Kota Jakarta memang terlihat sedang berbenah. Beberapa sudut kota juga semakin di perindah dengan hadirnya bunga-bunga cantik yang tersusun dalam taman yang indah.
Gak tau munculnya ide untuk naik dokar keliling itu dari mana, hingga akhirnya kami bertiga sudah duduk manis diatas dokar yang di hias menarik sambil berselfie ria. Gak tahu apa yang ada dibenak pak kusir waktu itu, yang jelas saya sedang duduk di samping pak kusir yang sedang bekerja.

Ada dua trek yang di tawarkan si bapak supir sebenarnya. Pertama adalah trek panjang yang memutari silang monas dan yang kedua adalah trek pendek yang hanya mengitari sekelumit jalanan yang ada di sekitaran monas. Dan pasti bisa menebak kami milih yang mana? he he, iya trek pendek lah pilihan kami. Saya berasumsi sambil nunggin Fahmi juga soalnya, kalau trek panjang bisa-bisa pemuda yang hampir melepas masa lajangnya itu frustasi menunggu kami. Piss.
Acara naik dokar selesai dan dilanjut dengan selfie ria kembali. Sepertinya hari bertemunya para blogger travel keceh ini gak ada yang lebih berharga dari pose unyuk selfie berjamaah.
Rute-rute selanjutnya menikmati wisata Jakarta ini ternyata makin seru. Mesjid Istiglal adalah destinasi kami selanjutnya. Bertepatan saat menjelang waktu Dzuhur juga, jadi sembari berwisata sekalian melaksanakan kewajiban juga. *pencitraan

Dan perlu di ketahui, kali itu adalah saat pertama saya memasuki bangunan megah bersejarah itu. Terlihat beberapa orang lalu lalang di hadapan saya. Beberapa wisatawan asing dengan mengenakan jubah juga terlihat di lorong-lorong masjid. Memang Istiglal sudah menjadi salah satu maskot kebanggan kota Jakarta.
Setelah melakukan kewajiban walaupun di sertai pose-pose selfie aneh selepasnya, akhirnya arah langkah kaki mengarah ke sebuah bangunan bersejarah lainnya, Gereja Katedral. Melihat dua tempat ibadah ini bersanding mesra saya sangat terharu, betapa begitu rukunnya mereka. Harusnya ini juga jadi contoh baik buat kita masing-masing penganut agamanya.

Katedral terlihat megah, Simbol-simbol keagungannya terlihat di beberapa bagian. Namun sayang waktu kami kesana sedang ada pesta pernikahan sepertinya, sehingga pintu gereja tertutup rapat, mungkin lain waktu saya akan kembali kesana lagi untuk sekedar melongoknya.
Berkeliling kota Jakarta ternyata sangat mengasikkan, begitu tersadar perut sudah mulai keroncongan. Dan kulineran kmana ya asiknya?

Es Krim Ragusa menjadi pilihan ternyata. Saya juga kebetulan belum pernah merasakan lezatnya es krim yang sudah berdiri dan jadi saksi sejarah kota Jakarta ini.
Tenyata untuk mendapatkan secawan es krim lezat bukanlah perjuangan yang mudah. Antriannya terlihat cukup panjang dan toko mungil itu terlihat penuh sesak oleh pembeli. Dan rasa penasaran saya makin membuncah dengan melihat ini semua. Gimana sih enaknya es krim yang sudah membuat orang rela antri berlama-lama ini. Dan jawabannya ternyata es krimnya gak terlalu enak, tapi uwenakkk sekali. Saya memesan rasa durian waktu itu, dan memang rasanya memanjakan lidah para penikmatnya.

Setalah perut terisi sepiring sate dan secawan es krim lezat perjalanan d lanjutkan. Ternyata masih ada satu hal lagi yang akan kami jamaahkan. Manaiki mpok Sity secara berjamaah. Upss jangan kotor dulu pikirannya ya, Mpok Siti adalah julukan bus wisata baru kebanggan warga ibu kota ini. Bis ini melayani city tour keliling kota Jakarta. Bisnya sendiri ada 2 tingkat. Ketika masuk kedalam bis, yang saya rasakan adalah kenyamanan. Mpok Sity tidak memperkenankan penumpangnya berdiri. Jadi di setiap pemberhentian yang turun dan naik jumlahnya selalu sama. Selain itu bis ini juga terlihat bersih sekali dan yang penting suejuk.

Di beberapa tempat bis berjalan pelan, sementara itu sang pemandu juga menjelaskan ada apa saja di sekitar jalan yang di lewatinya. Seperti cerita tentang bangunan-bangunan bersejarah di ibu kota Jakarta, hingga tokoh-tokoh pahlawan yang patunganya berdiri megah di beberapa sudut jalan dan diabadikan sebagai nama jalan protokol ibu kota negara itu.




Jakarta memang belum nyaman buat pejalan kaki dibandingkan dengan Ubud ataupun daerah-daerah lain yang sering di buru para wisatawan. Tapi ternyata Jakarta juga seru untuk di jelajahi. Terkadang memang gajah di pelupuk mata tak terlihat sementara semut di seberang lautan kelihatan. Yang mau nyoba sensasi serunya menjamah mpok Sity buruan gih, selagi masih gratisan naiknya.
Enjoy Jakarta.





