Sapporo Ramen, Ternikmat di Hokkaido

Sapporo Ramen Hokkaido Jepang

Sebagai Muslim, tentunya kita harus selektif sekali dalam memilih makanan, terlebih jika sedang melakukan perjalanan. Apalagi perjalanan ke daerah yang mayoritas penduduknya bukan muslim.

Dulu saya sangat khawatir dengan hal ini, tapi alhamdulillah selama saya berplesiran hingga saat ini mulai dari Indonesia Timur sampai keluar negeri, selalu saja dikasih keberuntungan sama Tuhan untuk selalu menjauhkan diri dari makanan yang tidak halal.

Taman Bunga Shikisai No Oka
Taman Bunga Shikisai No Oka Hokkaido

Kalau ngomongin tentang makanan, Jepang memang salah satu destinasi yang perlu dikasih perhatian lebih. Negara ini dan beberapa negara lain juga sekarang memang sedang membangun destinasinya dengan label “Muslim Friendly”.

Di beberapa tempat di Hokkaido saya malah menemukan sudut-sudut yang membahagiakan. Keberadaan mushola walaupun kecil sudah membuat hati ini bahagia, terlebih lengkap dengan restoran halal dengan menu khas Jepang yang terkenal dengan cita rasa tinggi.

Sebut saja restoran Houryu Souhonten yang ada di Sapporo ini. Saya dan Motuls yang berkesempatan mengujungi Hokkaido saat musim semi yang lalu. Kami dibuat bahagia dengan beberapa inovasi yang muslim friendly di Jepang saat ini, seperti restoram Houryu ini.

“Sapporo Ramen” begitu masyarakat biasa mengenalnya. Houryu sendiri adalah nama restorannya.

Dari luar restoran ini terlihat sederhana saja. tidak terlalu besar juga. Hanya ada beberapa meja dan bangku yang ditata apik sehingga tidak terkesan sempit. Tiga orang chef yang sudah sepuh terlihat menyambut saya dengan senyuman. Itulah ciri khas restoran-restoran yang saya temui di Jepang ini.

Wanginya Sapporo Ramen
Seorang chef sedang membuat Ramen

Semula saya agak ragu, bagaimana jika mereka masih menjual ramen dengan babi dan alkohol. Pemakaian peralatan bekas memasak babi juga bisa membuat kita agak ragu untuk mengkonsumsinya, walaupun secara kasat mata tidak terlihat daging babi didalam mangkok kita. Tapi ternyata setelah tanya sana dan sini, mereka juga tidak menjual ramen babi dengan alkohol, jadi aman sekali buat kita para pejalan muslim.

Beberapa menu disodorkan ke saya, yang menarik saya adalah nama salah satu menunya. Genghis khan. Siapa sih yang gak kenal tokoh itu. Penasaran, akhirnya saya minta Motuls untuk memesan menu itu. Sementara saya memesan Kire Uma Miso Ramen Favourite saya, yang di buku menu juga terlihat sangat menarik.

Tidak butuh menunggu terlalu lama seperti yang sering saya alami di resoran-restoran negeri ini. Cukup beberapa menit saja, pesanan kami diracik dengan sempurna oleh dua chef yang sudah berpengalaman.

Setelah mangkok terhidang dihadapan saya, sayapun penasaran mencobanya. Dan eng-ing-eng, rasanya sungguh luar biasa. Gurih, harum, dengan mi yang kenyal, dan hangat pastinya. Dari sruputan pertama hingga sruputan terakhir kuah yang ada di mangkok, tidak butuh waktu yang terlalu lama.

Tadinya saya berfikir hanya akan memakannya separuh saja, karena mangkoknya lumayan besar. Tapi ternyata godaan kelezatan kudapan ini sungguh menggoda, hingga tanpa sadar saya sudah meludeskan semangkuk besar mi dan kuah yang lezat ini.

Material Mi Sapporo Ramen
Material Sapporo Ramen
Sapporo Ramen siap saji
Sapporo Ramen siap saji
Review Pengunjung dari Indonesia
Tanda mata dari Nusantara

Restoran ini ternyata sudah ada sejak tahun 1957. dan untuk menjadikannya restoran yang muslim friendly, sang pemilik melakukan riset untuk membuat ramen enak walau tanpa babi dan alkohol. Dan menurut saya, dia berhasil kawan. Ramen racikan restoran houryu ini seungguh menggoyang lidah dalam artian yang sesungguhnya.

Lostpacker dan Chef Ramen
Yeay… Lostpacker dan Chef Ramen

Jadi kalau lagi main ke Hokkaido, silahkan mampir yang restoran Ramen Houryu Souhonten ini.

***

Ramen Horyu Souhonten

Address: Minami 6 jo Nishi 3, Chuo-ku, Sapporo-city, Hokkaido
Opening Hours: 6:30 PM – 3:00 AM (Mon), 10:30 AM – 3:00 AM (Tue to Sat), 10:30 AM – 2:00 AM (Sun & holidays)
Cek Website

Penganut Pesan Kakek "Jadilah pejalan dan belajarlah dari perjalanan itu". Suka Jalan-jalan, Makan-makan, Poto-poto dan Buat Video. Cek cerita perjalanan saya di Instagram dan Youtube @lostpacker

Related Posts

4 Responses
  1. Gallant Tsany Abdillah

    Soal Jepang dan Makanan Halal, aku pernah dimintain tolong temenku dari Kyoto University nyebarin angket punya dia soal makanan halal bagi orang islam yang main ke Jepang. Jepang memang serius kalo soal makanan halal 😀

      1. Gallant Tsany Abdillah

        Kalo itu kurang tau, Om Bolang.
        Kalo temenku dulu riset kebutuhan makanan halal bagi wisatawan muslim yang dateng ke jepang aja pas di kampusnya. Entah mau dijadiin aplikasi atau gimana 😀

Leave a Reply