Sebuah harap menyapa Korowai

13
Rumah Pohon Korowai
Rumah Pohon suku Korowai di Papua. Photo dari https://maptia.com/martingros/stories/the-korowai

Tidak tahu kenapa, saya selalu suka dengan hal-hal yang berasal dari timur. Belum lekang dari ingatan rasanya, ketika tahun kemarin saya harus mengajak serta sekuter matik saya untuk menjalajah bumi Nusa Tenggara, yang memakan waktu hampir tiga bulan lamanya.

Beberapa mimpi saya untuk destinasi, hampir delapan puluh persen sudah tercapai, dah bahkan Tuhan memberikan lebih. Seperti ketika saya bermimpi ingin menjelajah dengan motor keliling Nusa Tenggara Timur. Rencana awal hanya empat puluh lima hari, ternyata Tuhan memberi Bonus jadi 95 hari.

Dan ketika tahun lalu juga saya bermimpi untuk bisa melihat indahnya Raja Ampat, Tuhan memberikan bonus, hingga saya saya bisa melihat keelokan Raja Ampat itu dua bulan lamanya.

Pulau keren itu bernama Wolobi
Pulau keren itu bernama Wolobi
Duo karyawan Misool Eco Resort
Duo karyawan Misool Eco Resort
Puncat Harfat
Puncat Harfat

Rasanya tidak adil juga kalau saya terlalu banyak lagi bermimpi. Tuhan mungkin juga akan bosan dengan mimpi dan permintaan saya yang aneh-aneh. Walaupun Tuhan itu maha pengasih dan penyayang, namun kitanya juga harus realistis untuk memanjatkan doa kepada-Nya.

Nah saya tidak akan banyak bermimpi dan meminta, saya hanya berharap saja, semoga suatu saat bisa bercengkrama langsung dengan sahabat-sahabat saya warga ibu Pertiwi yang tinggal di ujung Papua sana.

“Tanah Papua tanah yang kaya, surga kecil turun kebumi”

Penggalan lagu Aku Papua-nya bang Frangky Sahilatua itu selalu membekas di benak. Senyum-senyum ramah warga Papua seketika hadir memenuhi rongga angan yang selalu saya pelihara. Angan agar selalu bisa kembali ke Tanah Papua itu.

Korowai
Seorang Pria warga suku Korowai. Photo dari https://maptia.com/martingros/stories/the-korowai

Nah jika Tuhan mengijinkan, saya ingin sekali mengunjungi Korowai. Walaupun saya tahu, akan susah sekali menaiki tangga rumah pohon mereka yang tingginya lebih dari lima belas meter itu. Bahkan ada yang tingginya hampir delapan puluh meter. Namun harapan itu senantiasa akan saya pelihara, dan semoga suatu saat saya bisa kesana.

Korowai adalah suku yang hidup dai pedalaman hutan rawa Papua. Rumah pohon tinggi di buat dengan tujuan untuk menghindari serangan dari binatang buas. Berbeda dengan beberapa suku di Papua yang menggunakan Koteka, orang-orang Korowai tidak menggunakannya. Hanya di ikat dengan sejenis dedaunan lokal untuk melindungi alat kelamin prianya.

Korowai banyak di kenal sebagai suku Kanibal. Tapi jangan takut dulu, Kanibal disini biasanya hanya berlaku buat dukun yang menyebarkan ilmu hitam disana. Jadi dukun yang ketahuan mengirim santet ke salah satu warga Korowai, biasanya di bantai dan di makan warga ramai-ramai. Nah bahkan ternyata disana ada kepercayaan bahwa setelah mereka memakan si dukun, maka mereka akan terhindar dari santet yang sudah sang dukun keluarkan.

Saya tahu akses menuju Korowai sangatlah susah. Mustahil bagi saya rasanya. Tapi bukankan tidak pernah ada yang mustahil bagi Tuhan. Semoga.

Dirgahayu Indonesia ke 70, Jayalah hingga ke pulau-pulau terluarmu!
Posting Bareng Travel Blogger Indonesia dalam rangka HUT RI ke 70, Dream Indonesia, wujudkan impianmu di Indonesia yang indah hingga ujung-ujung negeri.

Karena kita cinta Indonesia, yuk baca tulisan yang lain! Beberapa sih sama destinasinya, tapi dengan sudut pandang berbeda.
1| Indri Juwono – Anambas, Mimpi Indonesiaku
2| Parahita Satiti – Dream Indonesia: Kembali ke Pulau Lombok
3| Rudi Hartoyo – Jelajahi Indonesia, Akankah Ku Lakukan?
4| Sabrina Koeswologito – Give Back for Indonesia
5| Rembulan Indira – Mimpi Indonesia Desa Adat Wae Rebo
6| Rico Sinaga – Ingin ke Misool
7| Edy Masrur – Berbagi Ilmu dan Menimba Kearifan di Wae Rebo
8| Fahmi Anhar – Destinasi Impian Nusantara 
9| Ari Okta Friyanto – Banda Aceh, Impian Dalam Mimpi
10| Hartadi Putro – Banda Neira, Ku Akan Datang
11| Firsta Yunida – A Story from Banda Neira
12| Putri Normalita – Kepulauan Anambas, Surga Tropis di Ujung Negeri
13| Danan Wahyu Sumirat – Mimpi Tentang Anambas
14| Tracy Chong – Papua: A Dream Destination Where I Meet This Inspiring Lady
15| Olive Bendon – Gemu Fa Mi Re untuk Negeriku
16| Leonard Anthony – Di Timur Menyongsong
17| Albert Ghana – Jelajah Laut Negeri Menjaga Titik Luar Indonesia
18| Wira Nurmansyah – 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi
19| Citra Rahman – Aceh: Destinasi Impian Orang-Orang
20| Atrasina Adlina – Merawat Pagar Nusantara di Perbatasan 
21| Eka Situmorang Sir – Pantai Impian
22| Indah Purnama – Indonesia Bikin Rindu
23| Karnadi Lim – Kaldera Toba for UNESCO
24| Liza Fathia – Berkisah tentang Sabang di Hari Kemerdekaan
25| Matius Nugroho – 5 Destinasi Impian Indonesia 
26| Titiw Akmar – Pancaran Nasionalisme dalam Taman Nasional Indonesia
27| Ridwan SK – Tobelo Destined To Be Love
28| Dea Sihotang – Tanah Papua, Kamulah My Drea30|m Indonesia
29| Imama Insani – Kapan ke Kakaban?
30| Astin Soekanto – Inginku Boven Digul : Belajar dari Bung Hatta
31| Vika Octavia – Tidak mau mati sebelum..

13 COMMENTS

  1. […] Saya paham, perjalanan menuju Boven Digul memiliki tingkat kesulitan tinggi dan biaya hidup disana relatif mahal. Dari beberapa artikel yang saya baca, perjalanan kesana akan melewati banyak kubangan yang kadang setinggi atap serta melewati sungai-sungai kecil tanpa jembatan. Jika kubangan lumpur itu terlampau sulit sehingga butuh berjam-jam melewatinya, tak ada cara lain selain kita perlu menginap di jalan yang sisi kiri dan kanannya terhampar hutan yang lebat.  Saya paham, kalau semua itu berat dan sulit, namun saya tak akan menghapus nama Boven Digul dari daftar destinasi impian saya. Semua kesulitan sepanjang perjalanan saya menuju Boven Digul belumlah seberapa dibanding hidup dan perjuangan orang-orang yang pernah dibuang ke sini, termasuk Bung Hatta yang namanya mulai sirna dari ingatan sejarah kita.   Mudah-mudahan artikel yang saya tulis ini dapat menginspirasi banyak orang dan menjadikan Boven Digul sebagai salah satu destinasi wisata sehingga ada perhatian dari pihak-pihak terkait untuk memperbaiki kondisi dan menambah fasilitas di sana.   oOo Artikel ini ditulis dalam rangka Posting Bareng dengan tema Destinasi Impian dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke 70 yang diadakan oleh komunitas Travel Blogger Indonesia.  Artikel senada bisa dibaca di sini:  (1) Parahita Satiti – Dream Indonesia: Kembali ke Pulau Lombok  (2) Rudi Hartoyo – Jelajahi Indonesia, Akankah Ku Lakukan? (3) Sabrina Koeswologito – Give Back for Indonesia (3) Rembulan Indira, Mimpi Indonesia Desa Adat Wae Rebo(4) Rico Sinaga – Ingin ke Misool(5) Edy Masrur – Berbagi Ilmu dan Menimba Kearifan di Wae Rebo(6) Fahmi Anhar – Destinasi Impian Nusantara (7) Ari Okta Friyanto – Banda Aceh, Impian Dalam Mimpi(8) Hartadi Putro – Banda Neira, Ku Akan Datang(9) Firsta Yunida – A Story from Banda Neira(10) Putri Normalita – Kepulauan Anambas, Surga Tropis di Ujung Negeri(11) Danan Wahyu Sumirat – Mimpi Tentang Anambas(12) Tracy Chong – Papua: A Dream Destination Where I Meet This Inspiring Lady(13) Olive Bendon – Gemu Fa Mi Re untuk Negeriku(14) Leonard Anthony – Di Timur Menyongsongy(15) Rico Sinaga – Ingin ke Misool Segera(16) Albert Ghana – Jelajah Laut Negeri Menjaga Titik Luar Indonesia(17) Wira Nurmansyah – 5 Destinasi ‘Impian’ di Indonesia yang Harus Kamu Kunjungi(18) Citra Rahman – Aceh: Destinasi Impian Orang-Orang(19) Atrasina Adlina – Merawat Pagar Nusantara di Perbatasan (20) Eka Situmorang Sir, Pantai Impian(21) Indah Purnama – Indonesia Bikin Rindu(22) Indri Juwono, Anambas Mimpi Indonesiaku(23) Karnadi Lim, Kaldera Toba for UNESCO(24) Liza Fathia, Berkisah tentang Sabang di Hari Kemerdekaan(25) Matius Nugroho, 5 Destinasi Impian Indonesia (26) Titiw Akmar – Pancaran Nasionalisme dalam Taman Nasional Indonesia(27) Ridwan SK – Tobelo Destined To Be Love(28) Dea Sihotang – Tanah Papua, Kamulah My Dream Indonesia(29) Imama Insani – Kapan ke Kakaban? (30) Vika Oktavia, Tidak Mau Mati, Sebelum …(31) Tekno Bolang, Sebuah Harap Menyapa Korowai […]

Komennya disini ya..