Nasib Gajah, kampanye selamatkan gajah Sumatera bareng WWF Indonesia

Gajah Sumatera

Sebuah wacana terbaru memaparkan bahwa ada kemungkinan besar dalam dua dekade kedepan gajah-gajah yang ada di Sumatera akan punah. Hal ini di perkuat dengan fakta-fakta yang saya temukan di lapangan ketika ikut dalam media trip dengan tajuk NasibGajah beberapa hari yang lalu di propinsi Riau.

Gajah Sumatera
Gajah-gajah Sumatera sedang mandi

Pagi masih menyembunyikan hangatnya matahari ketika saya harus bergegas keluar dari nyamannya selimut dan kasur yang hangat. Bandar udara menjadi tujuan utama. yah, pagi ini saya dan beberapa teman baru tergabung dalam media trip dari WWF Indonesia ke salah satu kantung gajah terbesar di Sumatera, yaitu Riau.

Sampai di bandara Sukarno-Hatta Tangerang, saya bertemu dengan mbak Sulis, sang komandan media trip ini, dan akhirnya di susul oleh beberapa teman-teman awak media yang akan meliput aksi #NasibGajah ini.

Selamat Pagi Pekanbaru

Bandara Sultan Syarif Kasim Pekanbaru
Tiba di Pekanbaru dan bersiap menguak kenangan lama

Dari balik jendela pesawat saya memuaskan pandangan. Bentang cakrawala sudah kembali terhampar. Diiringi oleh waktu yang sudah berganti peran. Matahari pagi sudah kembali menyinari gumpalan awan-awan putih yang terhampar bak kapan di angkasa raya nusantara.

Hanya membutuhkan waktu kurang dari dua jam penerbangan, saya sudah kembali menjejakkan kaki di Pekanbaru. Sebuah kota yang dulu pernah saya tinggali hingga delapan tahun lebih. Munyusuri jalan-jalannya saya seperti kembali menyusuri lorong waktu yang penuh dengan cerita.

“Mau pesan apa pak”

Suara yang keluar dari seorang pramusaji wanita paruh baya di sebelah saya sontak membuyarkan lamunan.

“kopi hitam sama sop ikan aja mbak”

saya membalasnya dengan beberapa pesanan yang dulu sering saya pesan ketika akhir pekan tiba.

Kim Teng Pekanbaru
Kedai Kopi Kim Teng Pekanbaru
Warung Kim Teng Pekanbaru
Warung Kopi Kim Teng yang makin ramai

Kim Teng, sebuah warung kopi yang dulu belum seramai ini, sekarang penuh sesak dengan wajah-wajah yang asing bagi saya. Padahal dahulu ketika akhir pekan tiba saya selalu berjumpa dengan banyak sekali orang yang saya kenal di warung kopi ini. Dan pagi di akhir pekan adalah waktu yang pas buat kami, para pecinta kopi menghabiskan waktu disini.

#Nasib Gajah

Gajah kan tidak bisa melindungi dirinya sendiri, Harusnya kita yang berkewajiban melindunginya”-Dolly Bambang Hermawan, Kapolda Riau

Ucapan pak Bambang itu sontak membuat saya dan beberapa teman terhenyak, ketika kami sedang berada di kantor Polda Riau. Beberapa sahabat yang memantau perjalanan saya lewat lini masa twitter juga memberikan beberapa masukan tentang ucapan yang saya quote ini.

Sejatinya maksud dan tujuan kami hadir di kantor Polda Riau dan bertemu dengan Pak Bambang selain silahturahmi juga ingin menanyakan sudah sejauh mana tindakan-tindakan hukum bagi para pemburu gajah yang sudah tertangkap.

diskusi dengan kapolda Riau
Para pererta media trip #NasibGajah sedang berdiskusi dengan Kapolda Riau

Seperti kita tahu, nasib gajah yang ada di Sumetera ini sudah semakin berkurang jumlahnya. Bahkan beberapa tahun terakhir ini sangat drastis penurunan jumlahnya.

Indonesia sendiri memiliki dua jenis gajah. Yakni gajah Sumatera dan gajah Kalimantan. Gajah kalimantan sendiri ukurannya memang lebih kecil jika dibandingkan dengan gajah-gajah yang ada di sumatera. Dan sekarang gajah-gajah ini hanya tersisa sekitar 30-80 ekor berdasarkan data WWF Indonesia yang di lansir pada 2007.

Foto bareng kapolda riau
Sebelum berpamitan kami berfoto bersama bapak Kapolda Riau

Sementara Gajah-gajah sumatera memang cenderung lebih besar. Data dari Forum Komunikasi Gajah Indonesia, hingga maret 2014 populasinya 1400-1700 ekor, dengan tingkat kematian yang sangat tinggi.

Fakta yang saya temukan di lapangan ada beberapa cara pembunuhan gajah. Pertama yang sering ditemukan adalah karena di racun. Hal ini terjadi di sinyalir karena habitat yang mereka huni akan di gunakan untuk lahan industri ataupun perkebunan. Dan ini adalah cara licik yang di pakai karena dirasa paling mudah dan murah dibandingkan dengan harus memindahkan gajah-gajah itu ke lokasi lain.

Ngangon Gajah Sumatra
Gajah-gajah yang ada di Flying Squad Tesso Nilo biasa di angondi hutan oleh Mahoutnya

Selain di racun, perubahan fungsi hutan, maraknya perburuan dan perdagangan liar di sinyalir jadi faktor utama penurunan populasi gajah Sumatera. Seperti kita tahu proses reproduksi gajah sendiri sangat lambat.

Perburuan gajah dengan diambil gadinganya memang bukan hal baru. Data yang saya dapat dari pihak kepolisian di Riau, bahwa modus perburuan gajah ini masih berskala kecil dan di lakukan oleh beberapa orang saja. Sementara harga gading gajah sendiri adalah hal yang menggiurkan bagi para pencuri ini.

Bersua Flying Squad di Tesso Nilo

Jalanan gelap yang masih berupa tanah adalah rute yang harus kami tempuh untuk sampai ke lokasi Flying Squad yang ada di Taman Nasional Tesso Nilo ini. Pohon-pohon Sawit menghiasi sepanjang perjalanan menuju lokasi. Tepat pukul 20:15 kami sampai di camp Flying Squad Tesso Nilo. Empat jam lebih perjalanan yang harus di tempuh dari kota Pekanbaru membuat saya dan seluruh anggora team merasakan penat yang luar biasa.

Perjalanan Menuju Tessoj Nillo
Perjalanan Menuju Tesso Nilo
Flying Squad Tesso Nilo
Makan malam di Flying Squad Tesso Nillo

Malam makin sunyi ketika deru mesin genset yeng menerangi camp di matikan. Hujan juga mengguyur Taman Nasional Tesso Nilo pada dini hari. Dan angan saya kembali melambung, akankah anak cucu saya nanti masih bisa melihat gajah di habitat aslinya?

Semoga.

Untuk informasi lebih lengkap tentang kampanye #NasibGajah ini silahkan klik disini, dan untuk cerita perjalanan lain dari sahabat saya Firsta silahkan klik disini.


dan untuk memeriahkan campaign ini, dengan di dukung oleh WWF_ID saya dan Firsta adakan membagikan dua goodie bag yang masing-masing berisi 1 t-shirt, 1 mug, 1 pin and 1 rubber cable organizer.

merchandise-from-WWF-Indonesia
keren kan, buruan join kuisnya

Ikutan yuk, mudah kok caranya:
1. Follow @WWF_ID (WWF Indonesia) and @lostpacker on twitter
2. Tinggalkan komen di bawah ini tentang kenapa gajah perlu di selamatkan!
3. Tweet ini: Selamatkan Gajah Sumatera! https://lostpacker.com/selamatkan-gajah-sumatera/ | menangkan merchandise dari @WWF_ID #NasibGajah cc. @lostpacker

 

Penganut Pesan Kakek "Jadilah pejalan dan belajarlah dari perjalanan itu". Suka Jalan-jalan, Makan-makan, Poto-poto dan Buat Video. Cek cerita perjalanan saya di Instagram dan Youtube @lostpacker

Related Posts