Pulau Liukang Loe, pulau cantik di seberang Tanjung Bira

Lostpacker di Pulau Liukang Loe

Pulau Liukang Loe adalah sebuah pulau kecil yang terletak tidak jauh dari daratan Sulawesi. Untuk mencapainya kita bisa pergi ke pantai Pasir putih di Tanjung Bira terlebih dahulu kemudian menyewa perahu nelayan disana untuk menyeberang ke pulau yang indah dan sepi itu.

Walau terlihat indah dan sepi, pulau ini sejatinya ditempati oleh penduduk. Berdasarkan cerita bapak pemilik kapal yang saya sewa (medio 2013), sekurangnya terdapat dua desa di pulau ini. Beberapa penginapan juga sudah terlihat di pinggir pantai, bahkan salah satunya adalah spot untuk makan siang yang nikmat di pulau indah itu.

“Paling butuh waktu lima belas sampai dua puluh menit untuk sampai ke pulau itu, mas”, sambil menunjuk ke arah Pulau Liukang Loe, Pak Amin terlihat sibuk mempersiapkan kapalnya untuk mengantarkan saya.

Masalah harga sewa kapal menuju pulau ini silahkan nego saja. Tapi biasanya memang tidak terlalu banyak turun, karena harga yang mereka tawarkan biasanya sudah cukup rasional untuk menikmati keindahan yang tersaji di pulau sepi itu.

Perahu Boat menuju Pulau Liukang Loe
Perahu Boat menuju Pulau Liukang Loe

Boat cepat yang saya sewa itu perlahan mulai melaju membelah lautan. Kala itu tidak ada ombak yang terlalu besar sehingga membuat perjalanan saya lancar saja. Tak butuh waktu lama saya sudah sampai di spot snorkeling yang direkomendasikan oleh pak Amin.

Siang yang terik rasanya enggan bagi tubuh saya untuk menceburkan diri ke laut. Namun rasa penasaran seolah membutakan saya akan terik panas matahari yang terasa membakar.

Byuurrrr … akhirnya saya menceburkan diri juga di perairan Tanjung Bira.

Snorkeling di Tanjung Bira

Air laut di Tanjung Bira

Jernihnya air disini membuat saya lupa akan terik panas yang membakar. Mengejar segerombolan ikan-ikan kecil rasanya menimbulkan keasikan tersendiri.

Namun, sayang sekali koralnya sudah banyak yang rusak.  Kalau disuruh memberikan nilai tentang pesona bawah laut, spot snorkeling pertama saya ini biasa saja.

Koral di Tanjung Bira

Gavin pemilik penginapan Sunshine sebenarnya merekomendasikan saya untuk turun di Pulau Kambing. Tapi pesona Pulau Liukang Loe sepertinya lebih mempesona indera penglihatan saya.

Saya hanya berdecak kagum melihat keindahan pantai yang sempurna itu dari kejauhan sesaat akan tiba di pulau. Pasir putih, bersih, sepi dan dipadu pula oleh langit biru dan awan. Sempurna bukan?

Pantai Pasir Putih Pulau Liukang Loe

Pantai di Pulau Liukang

Pasir pantai di Pulau Liukang

Begitu kaki menginjakkan kaki di pasir putihnya, saya seperti tersihir akan keindahannya. Seperti orang gila yang kegirangan, saya hanya bisa loncat-loncat gembira. Untungnya tidak banyak orang di pantai itu. Hanya terlihat satu atau dua orang nelayan yang sedang berteduh di bawah gubuk-gubuk kecil dengan beratapkan daun kelapa.

Terlihat juga beberapa rumah panggung yang menjadi khas dari rumah yang berada di daerah pesisir. Seandainya saya punya rumah seperti itu betapa bahagianya, ya, setiap pagi selalu dimanja oleh pemadangan alam yang indah seperti yang ada di Liukang Loe ini.

Penginapan di Pulau Liukang Loe

Salah satu homestay di Pulau Liukang

Kaki saya terus melangkah menyusuri pantai Liukang Loe dengan pasir putih. Terlihat pula beberapa perahu sedang diperbaiki oleh pemiliknya. Bahkan perahu-perahu ini terlihat menarik sekali ketika saya mengabadikannya dalam sebuah frame.

Panas terasa terik tapi pemandangan yang tersaji seolah menyihir siapapun yang kesana untuk tetap melangkahkan kaki menikmati segala bentuk keindahan yang ada.

Indonesia itu kaya, Indonesia itu indah, jadi marilah kita jaga keragaman budaya dan keindahan alam yang hanya negeri kita yang memilikinya ini.

Penganut Pesan Kakek "Jadilah pejalan dan belajarlah dari perjalanan itu". Suka Jalan-jalan, Makan-makan, Poto-poto dan Buat Video. Cek cerita perjalanan saya di Instagram dan Youtube @lostpacker

Related Posts

Leave a Reply