Drama dibalik indahnya Senja Pantai Tablolong Kupang

Berdua Senja di Pantai Tablolong

Nusantara ini selalu punya cerita senja yang tak pernah bosan saya nikmati. Sebut saja Nusa Tenggara Timur. Dari hampir semua sudutnya, memanjakan indera saya dengan senjanya yang memukau. Salah satunya adalah di pantai Tablolong ini.

Senja di Pantai Tablolong

Pantai ini memang sedang naik daun. Padahal dulunya orang tak terlalu mengenal pantai yang letaknya agak jauh dari Kota Kupang ini. Setidaknya saya butuh waktu sekitar satu jam lebih berkendara roda dua untuk sampai ke lokasi ini.

Aktifitas warga di pantai Tablolong

Menuju ke tempat ini butuh perjuangan. Saya berangkat dari Kupang dengan motor pinjaman sekitar jam 4 sore. Hanya mengandalkan google map saja, saya dan kak Tika menyusur jalanan yang belum mulus itu. Di sepanjang perjalanan saya menjumpai pepohonan yang sudah gundul. Musim kemarau rasanya panjang sekali di Nusa Tenggara Timur ini. Jalanan yang saya lewati juga cenderung sepi. Beberapa sumur warga yang letaknya di pinggir jalan terlihat ramai oleh aktifitas mandi petang warga. Butuh waktu lebih lama memang dari perkiraan yang ada di aplikasi Google map saya, karena motor yang saya pinjam ini tak bisa melaju kencang. Walaupun sedikit telat, tapi akhirnya sampai juga pada spot asik untuk menikmati senja di Kupang ini.

Pulang

Sesampai di lokasi, matahari sedang bulat sekali terlihat di ufuk bawat. Langit juga terlihat mulai merah membara. Di kejauhan saya melihat siluet pulau semau yang indah namun penuh misteri. Tak jarang sahabat saya yang bukan berasal dari pulau itu agak enggak ketika saya mengajaknya kesana. Entah apalah alasanya, mereka selalu mengelak.

Sesaat setelah matahari terbenam

Omba-ombak kecil menghampir mata kaki saya yang memang sengaja saya biarkan basah berada di bibir pantai. Saya merasakan suasana yang begitu damai sekali. Tak banyak sampah visual yang menggangu saya di lokasi ini. Beberapa warga lokal yang rumahnya tak jauh dari saya berdiri, terlihat melintas didepan saya sambil melempar senyum.

Tenang dan damai

“Permisi bapak” begitu sapaan yang makin melengkapi kedamaian saya petang itu di pantai Tablolong. Kondisi pantai yang sedang meti (surut) membuat kak Tika asik menikmatinya sambil berjalan-jalan. Kami tenggelam dengan kedamaian kami masing-masing. Bahkan jarang sekali ada kata-kata yang keluar. 

Tak lama kami berada disana, karena terbayang sudah betapa susahnya medan yang harus saya lalui dalam perjalanan pulang nanti, jalanan gelap dan berlubang. Belum lagi bayang-bayang bensin habis. Saya tak melihat penjual bensin eceran sepanjang perjalanan tadi. Tepat pukul 19:00 WITA kami beranjak dari lokasi itu. Benar memang, perjalanan pulang ini sungguh membikin hati saya berdebar. Jarum penunjuk sisa bensin dalam tangki tak bekerja sepertinya. Tadi sebelum berangkat saya tak sempat mengecek kondisi bensin yang ada dalam tangki karena sengaja terburu untuk mengejar senja di pantai Tablolong. Untunglah kekalutan saya dijawab oleh Tuhan. Sebuah warung kecil dengan penerangan genset, ternyata menjual bensin. Betapa bahagianya kami menemukan warung kecil itu. Dan benar saja, bensin yang ada di tangki, tinggal beberapa tetes saja sepertinya. Pantesan tadi laju motor juga tersendat, ndut-ndutan gitu. Setelah urusan bensin terselesaikan, saya berusaha tenang dengan mengobrol segala hal dengan mbak Tika. Padahall, saya lihat ban motor yang saya pinjam ini juga sudah gundul, dan jalanan pulang ini juga masih banyak lubang yang harus saya lalui. Tapi, percayalah. Tuhan selalu bersama para pejalan. 

Berdua bersama senja

Kami sampai di Kota Kupang tapat pukul 20:30. Kebetulan sahabat saya Rahung Nasution, sang koki gadungan sedang memasak sesuatu di dapur bersama tuan tanah NTT ini, Dicky Senda. Saya dan kak Tika memang numpang menginap di rumah salah satu sahabat kami, om Pinneng. Namun karena beliau tidak ada di tempat ya kami berempat saja yang menjajah rumahnya ha ha. Dan malam itu, kami makan bersama, masakan koki kenamaan Rahung Nasution dengan bumbu andaliman andalannya.

Jadi buat kalian yang hendak bertetirah ke wilayah Kupang dan sekitarnya, semoga ada waktu untuk menikmati senja di pantai Tablolong ini ya. Karena letak kota ini yang ada di pesisir barat pulau Timor, membuat Kupang punya banyak sekali tempat asik untuk menikmati senja. Rekomendasi saya untuk tempat menikmati senja selain pantai tablolong adalah, pantai Lasiana, Tabing cafe dan area Subasuka. Selamat menikmati Senja.

Penganut Pesan Kakek "Jadilah pejalan dan belajarlah dari perjalanan itu". Suka Jalan-jalan, Makan-makan, Poto-poto dan Buat Video. Cek cerita perjalanan saya di Instagram dan Youtube @lostpacker

Related Posts

2 Responses

Leave a Reply