Tour de Rajegwesi, Lihat Indonesia part #18

3

Dua gadis terlihat berlenggak lenggok menarikan tarian Gandrung khas Banyuwangi di atas pentas. Sementara di depan panggung masyarakat terlihat seperti terpesona dengan setiap liukan gerakan penari yang di pentaskan dalam sebuah acara  yang bertajuk Tour De Rajegwesi.

Tour De Rajegwesi sendiri sebenarnya adalah sebuah event pariwisata yang di helat oleh sebuah organisasi desa konservasi. Namanya MER kepanjangan dari Masyarakat Ekowisata Rajegwesi. Agenda tour nya sendiri adalah menyisir berbagai keindahan dan keunikan desa ini.

Saya dan anggota team Lihat Indonesia mendapatkan penghormatan untuk ikut mencoba paket tour yang sedang mereka rancang untuk para wisatwan yang datang ke Rajegwesi.

“Selama ini Rajegwesi hanya sebagai persinggahan saja mas, dalam perjalanan para wisatawan menuju ke Sukamade, makanya kami coba kembangkan supaya desa ini menjadi sebuah destinasi, bukan hanya sebagai tempat singgah saja.” celotehan dari seorang anggota MER yang menemani perjalanan saya di tour De Rajegwesi.

Mobil-mobil andalan di Meru Betiri
Mobil-mobil andalan di Meru Betiri

Memang selama ini Rajegwesi hanya sebagai tempat singgah sebentar para wisatawan sebelum mereka memasuki Taman Nasional Meru Betiri. Karena di Rajegwesi inilah mereka harus melapor ke pos Taman Nasional sebelum memasukinya.

Destinasi pertama yang kami tuju dalam perjalanan tour de Rajegwesi ini adalah teluk Hijau. Teluk ini menarik sekali buat saya penggila pantai. Pantainya sendiri sepi dengan ombak-ombak yang tidak terlalu dahsyat seperti deretan pantai-pantai selatan Jawa lainnya. Jadi kita masih bisa asik bermain di pasir putihnya. Pantas saja jika tiap akhir pekan tiba beberapa anak muda menghabiskan waktunya dengan berkemah di lokasi ini.

Teluk Hijau nan Menawan
Teluk Hijau nan Menawan

Asiknya lagi di pantai ini ada air terjun kecil, jadi kalaupun kita berkemah disana, jangan khawatir dengan persediaan air tawar yang kita bawa.

Sementara itu yang membuat saya tertarik adalah warna airnya. Hijau dan bening. Saya tidak terlalu mengerti kenapa air laut disini terlihat hijau, mungkin karena ulah ganggang di dasar laut nya sepertinya, tapi yakinlah pantai teluk hijau ini rekomded sekali sebagai sebuah destinasi wisata yang menarik di daerah Rajegwesi.

Dari Teluk Hijau saya di ajak berperahu menuju ke sebuah spot snorkling. Serunya adalah naik perahunya, sementara snorkling nya ya hanya berenang saja, karena saya tidak melihat ada sesuatu yang menarik disana untuk di snorklingi. Tapi berperahu dengan perahu yang di pakai oleh nelayan setempat sambil memandnagi keindahan pesona pantai yang di lewati sunguh pengalaman luar biasa yang saya rasakan.

Pantai Rajegwesi
Pantai Rajegwesi

Dari lokasi snorkling kita diajak ke pemberhentian terakhir. sebuah pantai dengan lapangan bola di sampingnya. ini adalah pantai rajegwesi, yang siang itu sedang ramai dengan festival kuliner yang sengaja di adakan menyemarakkan tour de Rajegwesi itu sendiri.

Terlihat beberapa menu masakan tradisional khas Rajegwesi di deretan meja makan. Dan itulah yang akan kita santap siang ini dengan di hibur oleh kesenian-kesenian dari sebuah pentas kecil di muka para peserta tour. Dan saya begitu terpesona dengan cita rasa masakan yang tersaji. Semuanya enak dan nikmat, apalagi menikmatinya sambil di hibur oleh lenggak-lenggok para penari Gandrung nan Jelita itu. Amboy nikmatnyaaaaaa

With MER
With MER

MER sendiri adalah sebuah organisasi dai bawah asuhan dari Taman Nasional Meru Betiri. Mereka diajarkan berbagai hal untuk peningkatan kesejahteraan dari sektor pariwisata. Karena desa mereka juga berada di kasawan konservasi Taman Nasional. Bentuk pelatihan yang diberikan kepada  MER sendiri adalah pelatihan dan pembuatan eco-homestay, pelatihan pemandu wisata, kursus Bahasa Inggris, dan pelatihan pembuatan biogas yang berasal dari kotoran ternak.

Saya sempat menikmati eco homestay di salah satu rumah penduduk desa. Sepertinya untuk saat ini beberapa eco homestay yang ada sudah bisa menerima wisatawan. Pelayanan kepada tamu nya juga sudah bagus. MER memang benar-benar di persiapkan sebagai kader pariwisata di desa mereka sendiri. Sebuah kearifan lokal yang sudah tentu bermanfaat untuk desa itu sendiri.

Ada satu lagi pesona Rajegwesi yang terlewat sepertinya. Sebelum berjalanan kaki menuruni tebing karang menuju teluk hijau, kita akan melewati pertigaan kecil menuju ke lokasi Goa Jepang, nah konon disanalah Jepang mengintai musuhnya. Goanya sendiri merupakan sebuah pertahanan Jepang dulunya. Namun sekarang goa ini hanya di peruntukkan sebagai sebuah destinasi pariwisata yang diandalkan oleh maysarakat Rajegwesi.

Saya dan semua anggota team Lihat Indonesia bahagia dan merasa terhormat bisa merasakan paket wisata yang di gadang-gadang bisa menjadi sektor pemasukan terbesar bagi kesejahteraan warga desa ini.  Semoga….

dan perjalanan roda penjelajahan team Lihat Indonesia sudah ada di ujung timur pulau Jawa.. Nyebrang.

3 COMMENTS

Komennya disini ya..