Tips Fotografi Perjalanan

20
Senja di Tanjung Bira

Perjalanan dan fotografi adalah dua hal yang rasanya sangat sulit sekali di pisahkan. Keduanya mempunya keterkaitan satu sama lainnya.

Salah satu list barang bawaan yang harus di bawa ketika melakukan perjalanan adalah kamera. Banyak sekali jenis kamera yang beredar. Semuanya mempunyai spesifikasi dan fungsi yang hampir sama yakni merekam moment ke dalam sebuah foto.

Berwisata atau melakukan perjalanan, mengunjungi tempat-tempat yang baru kita lihat, baik itu merupakan pemandangan yang eksotik, arsitektur bangunan yang unik, atau mungkin adat istiadat dan budaya seperti tari-tarian tradisional yang sudah barang tentu menjadi suatu keharusan untuk diabadikan dalam sebuah foto.

Pulau Liukang Loe ini tidak jauh dari Tanjung Bira.
Pulau Liukang Loe ini tidak jauh dari Tanjung Bira.

Foto travel sejatinya tidak hanya merekam objek-objek yang di temui selama perjalanan dengan begitu saja. Sebuah foto yang baik adalah membawa pelihatnya masuk dan ikut merasakan apa yang sang fotografer lihat ketika sedang memotret, bahkan terkadang sebuah foto juga bisa lebih mendramatisir dari suasana aslinya.

Sekarang ini banyak sekali bermunculan genre fotografi, namun  fotografi perjalanan mencakup hampir 80 persen dari genre-genre yang beredar. Sebutlah Lanscape fotografi. Ketika kita sedang melakukan perjalanan mau tidak mau pasti yang kita abadikan adalah landscape yang sedang kita lihat. Betapa indahnya negeri ini kita rekam dalam sebuah foto. Ada lagi Potrait fotografi, Wajah-wajah unik penghuni nusantara ini juga asik jika di rekam dalam sebuah bingkai foto, selain itu masih banyak lagi lainnya seperti astitektur, makro, slowspeed dan lain sebagainya. Intinya Fotografi travel mencakup banyak aspek yang hendak di abadikan dalam sebuah foto.

Ada 3 Fungsi penting dalan travel fotografi.

1. Documenting your journey.

Dalam fungsi ini travel fotografi berfungsi untuk mendokumentasikan perjalanan kita.

Lihat deh ikat kepalanya, Batik kan? Waerebo ini.
Lihat deh ikat kepalanya, Batik kan? Waerebo ini.

2. Documenting your story

Sebuah foto yang dihasilkan dalam perjalanan akan bisa menceritakan kembali kejadian atau cerita apa yang terjadi selama perjalanan.

Dari sebuah perjalanan sungguh banyak ilmu yang tidak diajarkan di sekolah
Dari sebuah perjalanan sungguh banyak ilmu yang tidak diajarkan di sekolah

3. Documenting your self

Dari semua Fungsi menurut saya ini yang terpenting ha ha ha. Dokumentasikan foto diri anda dalam sebuah foto perjalanan, seperti ketika berada di suatu tempat yang akan sangat sulit sekali untuk kembali ke tempat tersebut, nah keberadaan foto diri sangatlah berharga.

Narsis di tempat seperti ini gak papa lah ya.
Narsis di tempat seperti ini gak papa lah ya.

 Berikut beberapa tips yang mungkin bisa di ikuti ketika mempersiapkan sebuah foto perjalanan.

 1. Persiapan yang baik

Lakukan segala hal persiapan yang nantinya akan di butuhkan dalam melakukan pemotretan selama perjalanan. Seperti peralatan dan lain sebagainya. Tidak kalah pentingnya lakukanlah riset kecil-kecilan, tentang daerah yang akan kita tuju. Tidak jarang daerah di nusantara ini yang masih mempunyai pantangan-pantangan yang harus di patuhi ketika kita hendak berkunjung ke daerah tersebut. Dengan melakukan persiapan sampai sedetil ini dijamin perjalanan dan proses membuat foto perjalanan kita dijamin lancar.

2. Traveling bukan hanya motret alam.

Satu hal ini yang selalu saya ingat ketika sedang melakukan perjalanan. Dengan melakukan perjalanan sudah barang tentu kita akan bertemu dengan segala hal.

3. Bawalah peralatan yang ringkas.

Travel fotografi berbeda dengan pemotretan yang sudah kita rancang sebelumnya. Ketika melakukan perjalanan kita tidak tau apa yang akan terjadi di perjalanan nantinya. Tentu akan sangat merepotkan kita kita harus membawa banyak sekali peralatan fotofrafi. Selain kamera saku yang selalu standby saja juga bekali diri selama perjalanan dengan sebuah DSLR dengan lensa yang juga ringkas, bahkan sekarang sudah hadir kamera-kamera ringkas seperti Lumix GX-7 yang biasa menemani saya bertualang. Keberadaan satu lensa untuk segala medan dan kondisi tentu akan sangat membantu sekali.

Josefine, Travelmate saya dalam #raja4volunteering sedang menjajal Lumix GX-7 buat motret Sunset di Sorong
Josefine, Travelmate saya dalam #raja4volunteering sedang menjajal Lumix GX-7 buat motret Sunset di Sorong

4. Perkaya wawasan kita dengan melihat foto-foto indah tentang daerah yang menjadi tujuan kita. Banyak sekali foto-foto bagus yang beredar di internet. Dengan melihat hasil foto yang baik, kita juga pasti akan terinspirasi dengan sendiri nya.

5. Bawalah Tripod

Mungkin bagi sebagian orang keberadaan tripod akan terlihat merepotkan, tapi melihat banyaknya fungsi dari barang ini saya selalu membawanya ketika sedang melakukan perjalanan. Seperti ketika kita bertemu dengan kondisi yang minim sekali cahaya, atau merekam keindahan matahari terbit dan terbenam, bahkan ketika melakukan ultra zoom pada lensa super zoom tentu keberadaan tripod sangat dibutuhkan. So buat saya TRIPOD is a must for travel Photo, terlebih saat ini saya sedang menggandrungi merekam perjalanan dalam sebuah video.

Senja di Tugu Jogja
Senja di Tugu Jogja

Sebuah foto yang bagus itu asik, tapi akan lebih asik lagi ketika sebuah foto itu bisa bercerita. Selain tehnik dasar foto, kedisiplinan dan ketelitian juga sangat diperlukan. Tidak lucu kan mau berangkat hunting tapi baterai belum di charge atau kelupaan membawa memory card. Jadi persiapkan lah semuanya sebelum beranjak ke tempat tidur, sehingga keesokan harinya ketika hendak memotret sunrise tidak grasak grusuk mempersiapkan segala hal.

 “Owning a DSLR or Mirrorless doesn’t make you a photographer, so Be a responsible Photographer”

and Enjoy your Trip.

20 COMMENTS

  1. kalau saya sekarang cuma ngandelin kamera hape (yang kameranya lumayan menurut saya) sama gopro aja, ringkes.. hehe.. (sama karena kemampuan mengambil foto yang cuma pas2an juga sih

Komennya disini ya..