Raksasa Indah di Tanjung Tinggi, Belitung

4
Alone

Cuaca sangat terik, sementara di sebelah kanan jalan kecil yang saya lalui banyak di tumbuhi oleh ilang-ilang yang sebagiannya sudah mengering, entah karena sudah waktunya mengering atau dipaksa kering oleh teriknya matahari yang menyengat.

Sementara itu hamparan pantai dengan pasir putih yang aduhai membentang di sebelah kiri jalan. Pohon-pohon kelapa menjulang tinggi menghiasi hampir di sepanjang hamparan pantai. Semantara di sisi lain bentangan cakrawala juga di hiasi oleh langit biru dengan gumpalan-gumpalan awan putih yang berarak. Sungguh sebuah lukisan alam yang maha dahsyat sekali sedang saya saksikan, yah Tanjung Tinggi, saya sedang menikmati indahnya pantai Tanjung Tinggi yang ada di pesisir Belitung.

Tanjung Tinggi
Tanjung Tinggi

Terletak tidak jauh dari pantai Tanjung Kelayang, Pantai ini masih terletak di kecamatan Sijuk, berjarak 31 Km dari Tanjungpandan dan 8 Km dari Sijuk meliputi area seluas kurang lebih 80 Hektar dan bisa di tempuh dari Tanjungpandan dalam waktu 45 menit.

Pantai yang sangat indah, memiliki pasir yang putih bersih di hiasi oleh susunan bebatuan granit setinggi 15 M di tepian dan di lepas Pantai. Lebar pantai 5 M pada saat pasang tertinggi dan 8 M pada saat pasang terendah dengan panjang bibir pantai sepanjang 1 km.

santai duluu
santai duluu
amboyy indahnyoo
amboyy indahnyoo

Terlihat sepi sekali, mungkin karena saya datang di hari kerja sehingga hanya beberapa pasang mata saja yang menikmati indahnya pantai indah ini. Bebatuan Granit sontak menyihir indera penglihatan saya dan tangan sudah dibuat gatal olehnya, rasanya ingin segera memencet shutter kamera yang sedari tadi sudah menggelayut dengan mesranya di leher saya. Bermain di antara babatuan raksasa bukanlah hal mudah ternyata, sangat menguras tenaga saya ketika harus naik turun bebatuan raksasa tersebut demi mencari sebuah tempat yang strategis untuk menikmati indahnya pantai Tanjung tinggi ini, tak jarang saya malah menceburkan diri di dingin dan beningnya air laut di pantai tersebut karena panas yang menyengat.

Alone
Alone

Sebuah pohon yang tumbuh sendirian di hampaan pasir pantai kembali menyita perhatian saya, menilik dari posisinya seolah pohon tersebut sedang bersujud kepada Tuhan karena sudah di ijinkan hidup di sebuah pantai yang begitu indah, di eksplore dari berbagai sudut manapun ternyata semuanya begitu indah hingga saya harus menyerah karena sengatan matahari sangat ganas dan perut sudah mulai keroncongan minta di isi, sembari menunggu masakan seafood yang dipesan saya duduk di sebuah bangku yang terletak di pinggir pantai dan di bawah rindangnya pepohonan. Batin saya tidak henti-hentinya bersukur bisa mahakarya keindahan buah tangan dari Tuhan ini.

Gangan Ketarap
Gangan Ketarap

Kawasan ini sangat cocok buat berjemur, memancing, menyelam, berenang, snorkling, bermain jet ski dan bahkan hanya sekedar bermain pasir sambil menikmati indahnya pantai, di pantai ini banyak juga deretan restoran2 seafood, namun yang fenomenal dengan lezatnya masakannya menurut beberapa sahabat yang sudah mencobanya ya cuma rumah makan Rindu Pantai, rata-rata menu yang mereka sediakan adalah olahan seafood yang memang masih segar karena merupakan hasil tangkapan nelayan setempat. Namun ada jenis masakan yang khas dari sini yaitu Gangan Katarap, rasanya mamamia Lezatos, masakannya hampir seperti gulai tapi ada buah  nenas nya sehingga segar sekali begitu menyentuh lidah indera pengecap saya, pas banget dengan suasana pantai yang terik namun indah.

IMG_9379a
Batu-batu granit raksasa
IMG_9388a
indahnya raksasa di Tanjung tinggi

Puas menikmati indahnya pantai dengan hamparan bebatuan granit raksasanya kembali saya harus meninggalkan lokasi indah tersebut, sensasi bermain air diantara bebatuan raksasa, menikmati indahnya pantai serta lezatnya Gangan Ketarap pasti akan senantiasa saya rindukan untuk kembali lagi ke pantai ini. Nyiur kelapa di sepanjang pantai Tanjung Tinggi juga seolah sedang berdoa, semoga keindahan pantai ini tetap terjaga dari tangan-tangan jahil dan tamak dari bisnis tidak sehat oleh manusia yang serakah.

4 KOMENTAR

  1. Belitung memang belum ada sarana transportasi masal seperti di kota-kota besar. Bagi yang satang rombongan tentu akan murah menyewa mobil dengan cara sharing cost. Nah bagi kita yang satang sendiri bisa cari joinan sharing cost, caranya sok kenal sok dekat aja dengan traveller lain. Atau dengan cara lain bisa minta orang hotel atau penginapan mencarikan persewaan sepeda motor atau Sepeda. Saran saya pakai Motor aja karena lebih fleksible dan terjangkau. Salam Kluyuran

Komennya disini ya..