Pok Tunggal dan P3K, Lihat Indonesia Part #7

9
Senja begitu sempurna di PokTunggal

Senja petang itu terasa begitu syahdu. Semburat merah sang surya seolah membakar langit barat di ujung cakrawala, bahkan sebagian semburatnya tumpah memantul di permukaan air laut yang bergemuruh di buai alunan ombak petang. Ombak laut selatan pulau Jawa ini memang tidak pernah beristirahat barang sejanak pun.

Saya dan beberapa rekan team Lihat Indonesia berkesempatan menikmati indahnya senja di salah satu pantai indah yang ada tidak jauh dari Jogja ini. Pantai Poktunggal namanya. Di bandingkan dengan beberapa pantai di pesisir Gunung kidul, Pantai poktunggal memang masih terbilang baru buat pengunjung. Namun keindahannya tidak kalah jika di bandingkan dengan pantai-pantai yang sudah terlebih dahulu terkenal seperti pantai Baron, pantai Kukup, pantai krakal, dan beberapa pantai lainnya yang memang sudah terkenal di kalangan pecinta pantai dan wisatawan yang berkunjung ke Jogja.

EOS-60D_23732a

Siang itu terasa terik sekali, si Aki (sebutan buat taft Kebo nya om Wing) sudah terparkir di depan sebuah bangunan candi di lokasi yang tidak jauh dari jalur Jogja-Gunung Kidul. Candi barong namanya. Candi ini cenderung sepi di kunjungi oleh para wisatawan. Selain memang letak candinya agak jauh jika di bandingkan dengan beberapa candi yang sudah cukup terkenal di jogja, juga tidak ada akses kendaraan umum sampai ke lokasi ini.

Namun ada sedikit kendala ketika kami hendak masuk ke lokasi candi. Kami tidak mendapatkan ijin untuk memasuki wilayah candi, karena surat jalan bekal dari kementrian Pariwisata tidak berguna di lokasi ini. Hal ini di karenakan pengelolaan candi-candi berada di bawah instansi pendidikan dan kebudayaan. Dengan langkah gontai kami segera menuju ke mobil dan melanjutkan perjalanan.

Kang Abe, sahabat baru dari komunitas Taft Diesel Indonesia chapter Jogja mengarahkan laju mobil team Lihat Indonesia menuju ke situs bersejarah yang tidak kalah penting dibandingkan dengan candi-candi yang ada di lokasi sekitarnya. Namanya gunung api purba. Bongkahan-bongkahan batu besar menghiasi komplek pariwisata Gunung Api Purba ini. Batu-atu ini tersusun seperti mengisahkan sebuah rona sejarah masa lampau pada jaman prasejarah.

SAMSUNG CSC

Saya berdecak kagun dengan keberadaan bongkahan-bongkahan batu ini. Tersusun rapi dan indah seperti sebuah karya seni yang maha sempurna dari penguasa alam semesta. Lokasi ini sering di jadikan area kemping oleh beberapa anak muda pecinta alam. Spertinya menarik kemping di lokasi ini, pasti bisa menikmati saat-saat matahari terbit dan tenggelam dengan indah, Karena lokasi batu-batu itu memang di ketinggian.

Puas menikmati indahnya Gunung api purba, arah laju roda team Lihat Indonesia mengarah ke deretan pantai-pantai indah yang ada di Gunung Kidul. Dan pilihan kali ini jatu di pantai Poktunggal, namun sayang kami datang agak terlambat, tapi sisa-sisa rona lembayung senja. Senja yang di tingkahi dengan gemuruh ombak pantai Selatan.

Untitled2

Namun petualangan sebenarnya adalah ketika perjalanan pulang. Taft GT om Eten as roda nya lepas tidak jauh dari jalan masuk pantai Indrayanti. Tepat di bawah tiang listrik yang diatas nya terlihat percikan api terus menerus. Roda belakang kanan bolak-balik lepas. Karena kita sedang berada di persawahan yang jauh dari mana-mana alhasil semua yang ada bekerjasama mengatasi permasalahan tersebut. Jadi om Wahyudi dan om Eten bertugas sebagai dokter P3K (pertolongan pertama pada kerusakan). Sedangkan yang lain membantu apa yang bisa kita bantu. Suasana benar-benar gambling waktu itu. Jika haru balik kanan, rasanya akan kecil kemungkinan menemukan bengkel, dan jika terus juga tidak tau berapa puluh kilometer lagi akan menemukan bengkel.

Alhasil berkali-kali Roda hampir lepas lagi, jadi dalam iring-iringan ini ada yang bertugas di depan dan di belakang mobil om Eten dengan tetap komunikasi menggunakan radio. Jadi jika roda belakang hampir lepas, posisi mobil yang ada di belakang mengabarkan ke om Eten yang mengemudi untuk berhenti dan melakukan P3K lagi. Pemberhentian pertama adalah di samping sebuah lahan yang gelap gulita. Dan setelah saya keluar dari mobil memperhatikan dengan bantuan cahaya senter ternyata kuburan cuiii.

Pemberhentian demi pemberhentian kami lalui dengan ritual P3K ban belakang Taft GT om Eten. Semalam untuk ternyata team melakukan ritual menyusuri jalanan Gunung Kidul menuju Jogja, karena dari lepas magrib kami masih di jalanan dekat Pantai Indrayanti, menjelang subuh kami baru bisa sampai di kota Jogjakarta. Sebuah petualangan Malam yang seru ha ha.

9 COMMENTS

  1. keren sekali!!! Saya juga pernah ke pantai pok tunggal dan mendaki bukit karang di sebelahna itu, lalu melayangkan pandang ke lautan luas dari pucuk bukitnya….keren sekali bisa jalan jalan ya. walopun bannya galau gitu, asal banyak temennya jadi asik aja. hehehe

Komennya disini ya..