WELCOME TO PERTH

16
Malam di Perth yang dingin

Sore baru saja tiba ketika saya menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di benua Australia. Perth adalah kota tujuan perjalanan saya kali. Western Australia memang tidak sepopuler daerah-daerah lain di daratan Australia, seperti Melbourne ataupun Sydney. Tapi justru itu, saya malah penasaran dengan pengalaman-pengalaman yang di tawarkan oleh Western Australia.

Berangkat Pagi Dari jakarta
Berangkat Pagi Dari jakarta

Saya terbang dari Jakarta denga maskapai merah merona yang nyaman dari AirAsia Indonesia. Transit di Bali sesaat untuk melanjutkan penerbangan ke Perth. Pas lihat SANTAN (Flight Menu) yang ada di AirAsia, saya melihat ada menu baru sepertinya. Di penerbangan domestik, AirAsia Indonesia menjual kopi nusantara dalam pesawat. Cobain deh merasakan sensasi ngopi di ketinggian sambil melihat langit biru di luar jendela pesawat. Dahsyat men!!!

Ngopi di AirAsia
Ngopi di AirAsia

Proses imigrasi di Bandara Perth memang tidak terlalu ramai, tapi security-nya sangat selektif. Saya tidak tahu kenapa harus masuk ke antrean para penumpang yang harus di periksa pakai anjing segala. Pemerintah Western Australia memang sangat ketat sekali untuk masalah custom ini. Anjing yang manis itu mulai mengendus koper-koper yang ada di barisan saya. Sedikit deg-deg an sih, walaupun saya tidak membawa apa-apa. Saya hanya takut boncabe saya terendus oleh sang anjing manis itu.

Transit Di Bali
Transit Di Bali
Transit Di Bali
Transit Di Bali

Tapi alhamdulillah semua berjalan lancar, sang anjing tidak duduk manis di sebelah koper dan tas kamera saya. Tapi naas dialami oleh penumpang paling depan barisan. Dang anjing duduk di samping kopernya. Alhasil petugas harus menggeledah koper seorang kakek-kakek itu. Setelah di bongkar, ternyata dia membawa dua buah apel yang tidak di laporkan kepada petugas. Dan buah dari kelalaian itu dia harus diganjar denda sekitar 300 AUD. Duh 2 apel termahal yang pernah dia makan mungkin itu nantinya.

Di Perth Kalian tidka boleh poto-poto manja di dalam lokasi parkir pesawat
Di Perth Kalian tidka boleh poto-poto manja di dalam lokasi parkir pesawat

Suhu Malam di Perth lumayan dingin. Di ponsel saya menunjukkan angka 14 derajat pada jam 8 malam. Tapi untunglah restoran yang dipilih oleh Tourism Western Australia tidak terlalu jauh dari hotel Alex tempat saya dan teman-teman menginap. Emily dengan senyum manis menunggu kami dengan sabar di lobby hotel Alex.

Malam di Perth yang dingin
Malam di Perth yang dingin

Kami lewat pintu belakang hotel yang memang jalur terdekat menuju restoran. Dan masih menurut Emily juga, kalau restoran iu adalah salah satu yang terbaik di kota Perth. Deretan wine berjejer rapi di rak-rak berwarna gelap. Walaupun terkenal, tapi restoran ini terihat cukup hening dan berkelas.

Kami Makan Malam disini
Kami Makan Malam disini
Bareng Emily dari Western Australia Tourism
Bareng Emily dari Western Australia Tourism
Makan Malam di Perth
Makan Malam di Perth
Makan Malam di Perth
Makan Malam di Perth
Makan Malam di Perth
Makan Malam di Perth
Makan Malam di Perth
Makan Malam di Perth
Makan Malam di Perth
Makan Malam di Perth
Ini katanya Octopus
Ini katanya Octopus
Makan Malam di Perth
Makan Malam di Perth

Mulai hidangan pembuka dihadirkan, semua memang terlihat sangat istimewa. Di olah oleh cheef yang snagat berpengalaman sepertinya. Tak terasa semua menu sudah di keluarkan. Dan perut sudah mulai penuh. Nah, penyakit jelek saya adalah pasti akan ngantuk kalau sudah kenyang seperti ini. Dan lambaian kasur nyaman dari hotel alex sudah terlihat memanggil-manggil.

Tapi pilihan saya ini saja, Lemonade
Tapi pilihan saya ini saja, Lemonade
Geng AirAsia Roadtrip bareng Western Australia Tourism kali ini
Geng AirAsia Roadtrip bareng Western Australia Tourism kali ini
Sepertinga seger nih winenya
Sepertinga seger nih winenya

Namun sayang dong rasanya kalau malam di Perth kita lewatkan begiru saya. Saya jalan-jalan sebentar di seputaran hotel saja. Kota ini memang lebih sepi jika saya bandingkan dengan kota-kota yang saya datangi sebelumnya. Beberapa bar masih buka melayani beberapa tamunya. Di beberapa sudut juga terlihat muda-mudi asik berjalan kaki menikmati malam di kota ini. Beberapa bangunan tua juga terihat menghiasi sudut-sudut kotanya.

“Disini vitamin murah-murah mas”,

ucap Felice ketika kami melewati toko obat-obatan. Namun sayangnya toko tersebut sudah tutup.semoga masih bertemu dengan toko-toko obat lainnya nanti dalam perjalanan road trip saya di Western Australia ini.

Jalan-jalan malam di Perth
Jalan-jalan malam di Perth

Road trip ini menarik karena saya akan menyambangi beberapa spot keren. Pinnacles Desert, Rottnest Island, Rockingham, Fremnatle dan beberap tempat menarik lainnya.

Alex Hotel Perth
Alex Hotel Perth
Sofanya unyuk kannn
Sofanya unyuk kannn
Dinning Room Alex Hotel Perth
Dinning Room Alex Hotel Perth
Goodie Bag from Western Australia
Goodie Bag from Western Australia

Malam makin larut, angin juga berhembus mulai kencang. Suhu juga mulai drop turun. Artinya saya harus kembali ke hotel Alex lagi. Hotel yang instagramable itu buat saya sangat menarik. Mulai dari resepsionis, ruang tamu hingga kamarnya buat saya menarik. Tidak terlalu banyak kamar sepertinya, tapi semua di tata apik dengan konsep yang hangat. Jadi sangat rekomen buat yang akan maen ke Perth untuk stay di hotel ini.

Malam di Perth
Malam di Perth

Sebetulnya saya ingin berlama-lama stay disana tapi perjalana besok harus start pagi. Jadi mendingan mari kita tidur mengumpulkan kembali tenaga untuk mengeksplore Western Australia besok pagi..

Zzzzzzzz

16 COMMENTS

  1. Waktu mau kesana juga aku dibilangin soal imigrasi ketat, pemeriksaan pake anjing, dll.. Eh, sampe sono.. Alhamdulillahhh… sama sekali gak dicek!! Santai banget… malah petugas imigrasinya ngajak ngebrel… Untung2an kali yaa.. heheh

Komennya disini ya..