Sosok Pengusaha Kerajinan dari Batuan. LihatIndonesia #23

0

Langit Bali seolah menumpahkah panas yang luar biasa. Teriknya seperti hendak membakar kulit setiap mahluk yang ada di bumi. Tak terkecuali saya dan team Lihat Indonesia lainnya pada siang yang hampir tengah hari tersebut. Sebuah rumah khas Bali menjadi tempat kami berteduh. Rumah kediaman I wayan Patra, sang pengusaha kerajinan dari desa Batuan Bali.

Gerbang masuk Pura
Gerbang masuk Pura

Bangunan-bangunan Bali terlihat mendominasi sebuah komplek kecil ini. Masuk melalui sebuah gapura kecil saya di bawa ke sebuah keindahan, ya saya selalu suka arsitektur Bali. Saya seperti merasakan sebuah kedamaian jika berada di dalamnya. Terlebih ketika ada sebuah pura kecil sebagai tempat ibadah seluruh anggota keluarga. Tidak tau kenapa saya juga merasa begitu damai ketika berada di sebuah tempat ibadah, meski bukan tempat ibadah dari agama yang kita anut.

Pura keluarga
Pura keluarga

Sebuah pura kecil itu terlihat lengang, banyak sekali pernik-pernik pelengkap pura yang selelu menarik perhatian saya. Karena biasanya pernak-pernik di setiap pura ini berwarna ngejreng, sehinga kontras sekali dengan langit Bali yang lebih banyak birunya ini, sebuah objek foto yang bagus juga tentunya.

Namanya I Wayan Patra. Pria yang selalu berjiwa muda ini sejatinya adalah seorang pengusaha di bidang industri kerajinan Bali. Banyak sekali produk-produk buatannya dipakai di hotel-hotel dan spa besar, baik itu di Bali maupun di mancanegara. Usahanya cepat berkembang luas berkat ketekunannya senantiasa menjaga kualitas setiap produk yang di hasilkan, karenanya tanpa mengeluarkan biaya untuk promosi juga orang akan mencari setiap produk yang di hasilkan Wayan Wood Work, itu adalah nama yang di sematkan untuk indutri kerajian yang sedang di gelutinya.

Lihat Indonesia with I Wayan Patra
Lihat Indonesia with I Wayan Patra

Pak Wayan bercerita, beliau mengawali usahanya dari menjadi tukang ukir biasa. Matanya menerawang jauh ketika sedang bercerita, dan dari penuturannya juga saya mendapatkan sebuah cerita bahwa dulu sebelum pariwisata Bali di kenal banyak orang, masyarakat desa Batuan ini pekerjaan utamanya adalah melukis dan mengukir tradisional. Ilmu mengukir dia dapatkan sejak bangku SMP hingga SMA. Selain dari bangku sekolah, pak Wayan juga belajar banyak dari tetangganya seperti kebanyakan warga Batuan lainnya yang menitiskan ilmu-ilmu seninya dari generasi ke generasi.

“Usaha saya ini pertama kali berkat pesanan panan nama dari turis mas”

Begitu pak Wayan bercerita tentang awal mula terbersit keinginan untuk membangun usahanya. Dan dengan bangganya beliau juga bercerita bahwa semua perabotan rumah tangga yang ada di rumahnya adalah buah dari kerajinan tanggannya.

Meski sekarang lini usahanya sudah di sentuh oleh peralatan-peralatan modern, tapi tetap mengagungkan unsur-unsur tradisional yang menjadi patokannya. Produk-produk yang di hasilkan terkadang berjumlah banyak, mustahil jika tetap mengandalkan pembuatan secara manual tangan. Dari segi ke-presisi-an dari sebuah produk juga akan susah jika tanpa bantuan peralatan modern, seprti mengukir sebuah logo perusahaan.

Oleh karenanya sekarang dalam menjalankan usahanya pak Wayan sudah di bantu dengan beberapa peralatan modern yang sudah komputerisasi, seperti sebuah alat yang memakai tehnik laser. Dengan bantuan alat ini dia bisa menerima pesanan-pesanan dalam jumlah banyak yang biasanya datang dari konsumen luar negeri.

“kebanyakan yang datang kesini bawa ide mas, trus saya buatkan pra sampel, baru jika semua setuju proses pengerjaan di lakukan”

Sesederhana itu memang proses nya, tapi balik lagi ini bukanlah sebuah industri besar. Pak Wayan masih menggolongkan usahanya sebagai industri rumah tangga, seperti beberapa yang ada di desa Batuan ini juga.

produk setengah jadi di workshop nya pak Wayan
produk setengah jadi di workshop nya pak Wayan

Sejak berdiri di tahun 1992 hingga sekarang, usaha pak Wayan tidak pernah sepi order. Sistem promosi yang di lakukan adalah membuat produk bagus serta dari mulut ke mulut. Dengan sistem promosi tradisional itu saja pak Wayan bisa melanjutkan dan mengembangkan usahanya. dan pada 2007 sebuah mesin laser yang tadi saya ceritakan di belinya sebagai asset dari usaha yang sedang di gelutinya, dan 2014 ini beliau ingin menambah sebuah mesin CNC lagi untuk melengkapi asset dan menjawab tantangan-tantangan dari para konsumen setianya di luar negeri, salut.

Desa Batuan sekarang sudah bertransformasi menjadi sebuah desa seni. kebanyakan masyarakatnya menggantungkan hidupnya dari produk kesenian yang mereka hasilkan. Tak terkecuali pak Wayan, beliau juga merasa sangat bangga bisa lahir di desa tersebut, kenapa? karena tanpa harus belajar jauh-jauh keluar desa, beliau sudah bisa belajar dari para maestro di setiap bidang seni yang tidak lain adalah tetangganya sendiri. Uniknya adalah, desa Batuan ini terdiri dari sembilan Banjar (bagian kecil dari desa) dan setiap banjar memiliki produk kesenian khusus, sehingga semakin menyemarakkan kreatifitas dari desa Batuan sendiri.

Sebagai seorang pengukir, pak Wayan juga bisa melukis, karena pada dasarnya sebelum proses mengukir di mulai, tahap pertamanya adalah melukis terlebih dahulu. Proses tradisional tetap mereka pertahankan meski di beberapa tempat sudah di sentuh dengan peralatan modern, tapi pilar utama mereka dalam berkesenian adalah menjaga ketradisonalan yang menjadi ciri khas kampung seni ini.

Di akhir obrolan pak Wayan sedikit menyayangkan jika konsumennya kebanyakan dari luar negeri dan lokal Bali saja. Produk-produk yang di hasilkannya lebih banyak di minati oleh pasar luar negeri, atau mungkin segmentasi pasarnya belum menyentuh pasar lokal, karena masih menggunakan metode promosi yang tradisional dari mulut ke mulut, atau kemungkinan lain masyarakat luar negeri lebih mengapresiasi produk-produk kita dibandingkan kita sendiri? entahlah.

Siang masih terik ketika kami pamit
Siang masih terik ketika kami pamit

Siang masih terasa terik ketika saya berpamitan kepada pak Wayan untuk menlanjutkan keliling di desa Batuan ini. Dan tujuan selanjutkan adalah, Belajar nari di sebuah sanggar tari klasik bernama Satria lelana, stay tune di blog keren ini ya….

 

Komennya disini ya..