Passion kan membawamu

8

“Demikianlah hidup. Bukan diatas atau dibawah yang penting, tapi bagaimana kita menjalaninya dengan penuh keyakinan dan cinta”

Sepenggal celotehan sebuah film, yang baru saja saya tonton. Film yang menggambarkan perjuangan hidup seorang laki-laki bersama sang anak, untuk menggapai asa. Asa yang hampir padam karena kepergian sang istri yang juga merenggut semua harta benda mereka untuk pengobatan.

Yang menarik buat saya disini, adalah kisah demi kisah yang dipaparkan dengan gamblang oleh pencerita. Sebuah kisah, bahwa hidup di ibu kota itu bukan perihal yang gampang. Iri dengki pasti menghiasi fragmen-fragmen cerita yang tiap hari tertulis di buku harian ibu kota.

Hari ini tidak tau kenapa, saya ingin sekali menonton cerita-cerita film nusantara. Cerita-cerita yang terkadang dibuat simple oleh sang penulis. Padahal di kehidupan nyata jauh sekali berbeda. Tapi paling tidak, kita sebagai penonton diajak untuk sedikit merenung dan bersykur tentang apa yang sudah kita punyai.

Hujan masih mengguyur bumi pada sebuah siang. Rintiknya terdengar lirih sampai ke sudut ruangan kecil tempat saya menonton beberapa kisah kehidupan. Tiga film yang saya tonton, semuanya berkisah tentang passion. Dari mulai tukang roti, tukang jahit hingga tukang kopi. Semuanya mengalami pasang surut dalam menjalankan passionnya. Memang bukan hal mudah untuk berada di jalur yang memang benar-benar kita sukai. Tapi ruh bidang yang kita sukai itu, akan senantiasa menuntun kita untuk selalu menemukan jalan baru, demi satu kata yang bernama passion.

Dan di akhir cerita, ketiga film yang saya tonton itu menggambarkan sebuah keberhasilan. Keberhasilan menuju garis finish yang berujung kebahagiaan karena passion. Tapi sejatinya keberhasilan saat ini bukanlah ujung dari perjalanan passion itu sendiri. Pasti akan banyak sekali kisah yang akan terjadi didalam torehan kisah-kisah yang akan terjadi dimasa mendatang. 

Tapi yakinlah, dengan passion yang kuat, segala rintangan itu akan bisa diatasi. Hingga kita bisa tersenyum bahagia diakhir cerita. Karena hidup akan terasa lebih bermakna, ketika kita menjalaninya dengan penuh keyakinan dan cinta.

8 COMMENTS

  1. “di atas”, “di bawah”, “dí sini”, “di masa” itu adalah contoh “di” sebagai kata depan, maka penulisannya harus dipisah kak. Terus, kata serapan bahasa asing seperti passion itu dicetak miring 😉 *passionnya editor*

    Jadi penasaran sama filmnya, kayaknya sih Madre, Tampan Tailor, sama Filosofi Kopi 😉

Komennya disini ya..