Pantai Lailiang, tersembunyi dan cantik

2

Hujan dipagi hari adalah godaan terbesar  bagi siapapun untuk beranjak dari tempat tidur. Rasanya masih enak bersembunyi di balik kantung tidur disaat hujan seperti ini. Sekilas melirik ke jendela rupanya rintik hujan masih jatuh membasahi kota Waikabubak.

Sebenarnya hari ini saya akan ikut gabung dengan rombongan arisan teman-teman dari Taman Nasional yang akan berkunjung ke pantai Lailiang, namun karena mereka merubah tempat arisana akhirnya hanya kami ber empat yang pergi menuju pantai Lailiang. Komposisinya adalah sebagai berikut, saya dibonceng oleh mas Tedy, dan Ratih di bonceng oleh mas Toto.

pantai lailiang
pantai lailiang

Pantai ini terletak di desa Baliloku yang masuk dalam wilayah kecamatan Wanokaka, Sumba Barat. Perjalanan menuju pantai indah ini bisa di tempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, namun ada sebuah jembatan kecil yanh sedikit ambles jadi tidak disarankan mobil jenis sedan dibawa melintasi jalanan ini.

Dengan jarak tempuh sekitar kurang lebih 60km, lokasi ini bisa dicapai dengan waktu tempuh sekitar satu jam dari kota Waikabubak. Pemandangan alam yang disajikan sepanjang perjalanan sungguh menakjubkan sekali. Hamparan sawah yang sedang memasuki masa tanam, bukit-bukit dengan padang rumput yang menakjubkan, serta jajaran pohon kelapa yang berbaris seolah siap menyambut siapapun yang hendak menuju pantai tersebut.

Jalanan menuju Lailiang
Jalanan menuju Lailiang

Memasuki perkampungan Translog di daerah Hobajangi terlihat kebun-kebun rakyat yang ditanami bermacam tanaman, namun terlihat jagung adalah tumbuhan paling dominan yang ditanam masyarakat. Mendung masih saja mengiringi perjalanan kami, makin lama terlihat semakin hitam. Saya yang jadi boncenger di belakang mas Tedy asik menikmati pemandangan indah yang tersaji, sambil sesekali mengabadikannya dalam kamera poket saya.

Tepat di sebuah pesimpangan saya melihat ada sebuah bangunan berdinding dan beratap namun tidak berpintu. Bangku-bangku yang hanya terbuat dari susunan bambu terlihat rapi. Sementara di bagian depan seperti ada tempat khusus seperti mimbar. Menilik dari bentuk dan susunan bangku benar adanya ini mirip sekali dengan gereja sederhana, namun ternyata sebuah gereja pengganti sudah berdiri tegak diatas bukit. Gereja itu kelihatan begitu anggun berada di sebuah bukit kecil dengan halaman yg ditumbuhi oleh rumput-rumpul liar.

Neduh dulu hujann
Neduh dulu hujann
Gereja di kampung
Gereja di kampung

Baru saja memasuki bangunan gereja yang terbuat dari bambu tersebut, tiba-tiba hujan besar jatuh dari langit. Saya tidak membayangkan jika masih berada di jalan yang jauh dari mana-mana. Hampir tidak ada tempat meneduh selama perjalanan yang saya lewati. Menunggu hujan reda banyak aktifitas yg kami lakukan. Ada yang tidur, membaca majalah, mendengarkan musik yang intinya adalah mengusir jenuh akibat menunggu hujan reda.

Satu jam lebih rasanya saya menunggu hujan mereda. Meskipun masih ada rintik hujan akhirnya kami menerobosnya. Tapi begitu keluar dari bagunan gereja sederhana tersebut saya di buat terpana oleh kabut yang berarak di puncak-puncak perbukitan sejauh mata saya memandang. Ternyata selain menyimpan keindahan alam pantainya, Sumba juga memiliki fenomena kabut yang indah.

Menjalar di Lailiang
Menjalar di Lailiang

Setelah menuruni jalanan curam saya mulai melihat sebuah pantai yang terletak di sebuah teluk kecil yang indah. Pantai pasir putihnya menghampar luas. Riak ombak berkejar-kejaran tiada henti. Dinding-dinding karang terjal juga mengapit di sisi kanan dan kiri pantai.

Terlihat juga beberapa penduduk sekitar sedang asik memancing ikan. Sebuah muara sungai kecil juga terlihat yang makin mempesona keberadaan pantai ini. Mendung masih menggelayut diatas pantai Lailiang. Jika saja langit pantai ini dihiasi oleh langit biru dan awan yang berarak pasti akan sempurna sekali.

Macet nih
Macet nih

Cukup lama saya berada di pantai ini. Namun sekali lagi mendung dan gelap mengusir kami dari pantai indah tersebut. Pantainya yang masih sepi membuat saya betah berlama-lama berada di pasir putihnya. Semoga semuanya masih akan tetap lestari dan alami seperti yang saya lihat saat itu. Amin

2 COMMENTS

Komennya disini ya..