Pagi yang damai di Kasembon, Lihat Indonesia Part # 12

15
Pagi yang damai bukan?...

Pagi selalu membawa kedamaian, tak terkecuali pagi yang saya rasakan di Kasembon ini. Cottage tempat kami menginap ini ada di tengah sawah. Dengan dinding yang hanya terbuat dari gedhek (anyaman bambu) kesegaran suasana pagi menyusup melalui celah-celah anyaman bambu menghantarkan semangat pagi bagi kami. Upss bukan kami ternyata, hanya saya dan om Eten, sementara anggota team LihatIndonesia lainnya masih pulas di balik selimutnya masing-masing.

Embun menggelayut di ujung-ujung daun padi yang baru menghijau. Masih butuh waktu untuk bisa melihat padi-padi ini menghasilkan bulir-bulir beras. Berjalan di pematang sawah yang kecil dengan mata masih sedikit mengatup ternyata bukan perkara mudah. saya harus berhati-hati agak tidak terjerembab masuk ke persawahan warga. Bukan diri saya yang ku khawatirkan, tapi berapa puluh batang padi yang rusak jika saya harus terjatuh disana ha ha.

Tertarik mencoba rafting disini? HARUS!!!
Tertarik mencoba rafting disini? HARUS!!!

Berbagai posisi memotret saya pakai untuk mengabadikan momen pagi yang selalu membuat saya damai. Puas di area sawah dengan padi-padi yang menghijau, langkah kaki kuarahkan menyusuri pinggiran kanal dengan air yang mengalir cukup deras. Rupanya kanal inilah lokasi dari arung jeram di Kasembon.

Ada sebuah bangunan yang di peruntuk kan untuk memberangkatkan peserta Rafting. Sayang waktu saya kesana harus mengejar waktu karena sudah ada agenda yang lebih penting yang harus kami lakukan, sehingga rencana awal untuk ber rafting ria pun harus saya pendam dulu, dan suatu saat saya harus kembali kesini untuk menjajal jeram-jeram yang ada disini.

Sudah hampir tengah malam saya dan team Lihat Indonesia sampai di Kasembon. Di lokasi sudah menunggu sahabat-sahabat dari komunitas Taft Diesel Indonesia Chapter Malang. Ada om Nunung beserta budhe Nung dan beberapa anggota komunitas TDI lainnya. Saya pribadi sungguh terharu dengan persahabatan yang terjalin di komunitas ini. Saya sudah merasakannya mulai dari Garut-Tasik-Jogja-Trenggalek hingga Kasembon di Malang ini.

Letih sudah menyeruak dan kami pun mulai mmepersiapkan diri untuk beristirahat. Saya sungguh bahagia malam itu bisa beristirahat di sebuah cottage indah di tengah sawah. Alunan merdu celotehan katak di belakang cottage menjadi instrumen alam yang menghantarkan tidur nyenyak, namun ternyata saya seperti di hipnotis bahwa nyanyain katak itu membuat tidur saya makin nyenyak dalam. *Hipnotis katak.

roda masih terus berputar ke arah timur…

15 COMMENTS

  1. Kasembon, Ngantang, Pujon itu seperti secuil surga di barat Malang. Jadi, saking luasnya Kabupaten Malang sehingga serasa bukan di Malang karena jauh banget dari pusat kota dan ibukota kabupaten. Sempat porak poranda karena dusun paling ujung Kasembon hanya 5 km dari puncak Gunung Kelud saat erupsi tahun lalu 🙂

Komennya disini ya..