Multiply, Pertemanan Sehat Yang Penuh Keseruan

6
Keluarga Kecil Yang Akhirnya Berkembang Jadi Keluarga Besar

Kangen gak sih kalian dengan kehidupan dunia maya yang seru, aman tentrem kertoraharjo seperti jaman multiply dulu?, saya sih iya banget. Bahkan pertemanan di dunia maya waktu era multiply itu sampai saat ini masih solid, walaupun para anggotanya sudah pada jadi orang “besar”.

Dulu tuh ya, satu-satunya platform yang menyatukan kami adalah multiply. Bahkan ketika platform itu berubah jadi marketplace dan akhirnya meninggal dunia dengan khusnul khotimah, hubungan persahabatan kami berlanjut di dunia nyata. 

Gak dulu gak sekarang kalo ada pepotoan langsung pose semua

Tiada hari tanpa komen di multiply kala itu. Dan saya belajar menulis blog, juga dari platform keceh yang pernah eksis pada masanya. Sekarang, meski semua sahabat dan teman-teman yang dulu langganan komen sudah pada jadi orang besar, kami masih menyempatkan diri bersua. Sebisa mungkin jalinan persahabatan tetap kami bangun. Dan petang tadi, entah sudah berapa puluh purnama kami tidak bersua, akhirnya menyempatkan diri bersua untuk sebuah canda yang hampir saja terlupakan.

Cerita-demi cerita hadir kembali seolah kami dipaksa untuk kembali kemasa, dimana komen nyampah di sebuah postingan menjadi sebuah kerelaan yang tidak dipaksa tapi juga keharusan, nah bingung kan ha ha. Bukan seperti saat ini yang komen di sebuah postingan aja menjadi sebuah keharusan, karena tergabung dalam sebuah “komunitas wajib komen”.

Pertemanan Sehat dengan buk Yeyen

Yenceu, sang provokator lah yang akhirnya membuat kesempatan ini terlaksana. Sebagai ibuk-ibuk muda yang sibuk mengelola bisnis batik almayra-nya, dia ingin kembali menyatukan serpihan-serpihan kenangan, keseruan dan kenakalan kita pada masa itu. Tak banyak yang hadir, karena dadakan. Selain itu juga sudah pada sibuk mengurus keluarga dan menggeluti pekerjaan masing-masing. 

Trio kwek kwek
Simbok Nina Tamam, penyanyi keceh yang sudah malang melintang di dunia persilatan film dan nyanyi menyanyi juga ikut hadir dalam perjumpaan petang tadi, walaupun tetap harus pamit duluan karena ada premiere film yang mengharuskannya untuk hadir.

Selain membuka kembali cerita-cerita masa lalu, terbuka juga beberapa ide untuk bekerja sama dikemudian hari. Sebuah pertemanan sehat yang tulus dan lahir dari dunia maya, yang mungkin sudah sangat jarang dijumpai saat ini. 

Cerita demi cerita tetap mengalir dari warung makan hingga akhirnya pindah ke sebuah warung kopi. Warung kopi murah yang gak murahan di Gandaria City. Kopi susu kampung enak lezat dibandrol cuma 19 ribuan. 

Ngopi di bawah tangga
Malam makin larut dan semua harus kembali melanjutkan aktifitasnya. Kunay yang rumahnya jauh di Bogor sudah pamit duluan ketika kami pindah tongkrongan ke warung kopi. 

Dan malam ini saya kembali di ingatkan. Bahwa pertemanan yang berkualitas itu tidak memandang darimana dan apa latar belakang kita. Tapi teman yang baik itu adalah pertemanan yang sehat, seperti yang kami lakukan saat ini. Terimakasih tadi yang sudah hadir dan membuat pertemanan ini tetap sehat dan menyenangkan. Sampai ketemu di Halal Bi Haram usai Lebaran ya.

6 COMMENTS

  1. Pertamax

    *ya ampun ini komen MP banget hahaha.

    Asli kangen juga mas sama MP. Banyak banget dapet temen yang udah jadi kayak sodara karena MP. Alhamdulillah masih berkomunikasi hingga sekarang di sosmed. Sama mbak Nina Tamam, rasanya beberapa kali aku mampir dan komen di lapak beliau.

    Kaget juga pas tahu ternyata mas Bolang MPers juga hehe. Hidup OOT!

  2. dulu punya akun MP, cuma masih nggak rajin nulis, sukanya ngecekin testimonial di friendster 😂😂. terus gak aktif juga akhirnya, padahal notif email dihambruk2i sama post-nya mbak Ari (Sri Sarining Dyah). kayaknya seniorku ini orang femes di MP sih, sekarang momong bayik aja..

Komennya disini ya..