Mudahnya #jalan2jenius dengan Jenius

2
Nyantai di Eropa

“Tuhan selalu melindungi para pejalan”. Satu hal inilah yang selalu saya yakini ketika melakukan petualangan ke berbagai penjuru dunia. Dengan satu keyakinan itu, beberapa tempat yang katanya tabu buat para pejalan, akhirnya bisa saya sambangi. Bercengkrama dengan masyarakat lokal membuat cerita perjalanan yang saya rekam menjadi menarik. Dan berbuat sesuatu untuk masyarakat lokal sudah pasti sangat menarik buat mereka. Hal timbal balik seperti inilah yang membuat saya selalu rindu pada perjalanan-perjalanan berikutnya. Itu #jalan2jenius versi saya.

Bareng Mama-mama papua
Terkadang kita butuh waktu untuk sendiri

Tujuan melakukan perjalanan buat banyak orang juga berbeda-beda. buat saya perjalanan itu punya arti yang sangat penting. Perjalanan mengajarkan kepada saya untuk lebih mengenal negeri ini secara utuh. Perjalanan juga menjadi sekolah saya yang maha luas untuk mensyukuri nikmat Tuhan yang turun ke negeri ini. Intinya adalah perjalanan merupakan sekolah yang maha luas, tempat saya belajar beragam ilmu yang bahkan tidak saya dapatkan di bangku sekolah mana pun. Bisa membaur dan berbagi bersama masyarakat setempat itu nikmatnya benar-benar tak ternilai. apalagi kalau apa yang kita bagikan itu bermanfaat buat mereka. Selain itu dan yang paling penting adalah kita bisa menjadi pejalan yang bertangung jawab. Jangan sampai lokasi wisata yang kita datangi ini jadi rusak gara-gara ulah kita.

Berkarya di Manapun

Banyak yang selalu bertanya kepada saya tentang bagaimana cara jenius saya untuk mengatur keuangan, sehingga bisa melakukan perjalanan terus menerus. Gak semua perjalanan saya itu hasil sponsorship. Tak jarang saya juga melakukan perjalanan yang ingin saya lakukan secara mandiri, itu artinya saya harus tetap menabung untuk mendapatkan biaya perjalanan yang terkadang tidak murah itu. Seperti yang beberapa waktu lalu saya lakukan. Trip ke Raja Ampat, Timika dan Jayapura selama hampir tiga minggu, saya harus merogoh dalam-dalam celengan babi saya. Pasalnya biaya hidup dan transportasi disana memang tidak bisa disamakan dengan daerah-daerah lain di negeri ini. 20 Juta harus saya keluarkan untuk perjalanan 17 hari tersebut. Kalau dibandingkan dengan biaya saya keliling Eropa tahun kemarin selama 16 hari cuma butuh biaya 15jt lebih karena waktu itu dapat tiket promo Jakarta-Amsterdam cuma 5juta pulang pergi, hampir mirip budget-nya.

Gak pernah nyangka bisa sampai ke tempat ini

Buat era milenial seperti saat ini, berpikir jenius itu penting. Dan buat saya seorang pejalan, #jalan2jenius itu jadi keharusan. Sekarang dalam melakukan persiapan sebelum melakukan perjalanan kita sudah dimudahkan dengan teknologi yang ada. dulu sebelum era kemudahan ini, sebelum melakukan perjalanan saya harus nanya sana sini untuk mendapatkan informasi daerah yang mau saya datangi. Informasi dan akses internet juga sangat terbatas sekali. Jadi mau gak mau terkadang kita harus gambling dengan minimnya informasi daerah yang akan kita datangi. Namun dengan era milenial seperti sekarang ini kita akan sangat dipermudah sekali dengan banyaknya informasi yang kita kantongi sebelum kita melakukan perjalanan. Biasanya 50 persen informasi daerah yang akan saya datangi harus saya ketahui terlebih dahulu. Terkadang ada hal-hal seperti hukum adat dan lain-lain yang kalau kita tidak paham akan mengganggu perjalanan kita sendiri. Tak jarang juga saya mendapatkan banyak sekali trik “break the ice” dengan masyarakat lokal dengan riset kecil-kecilan yang saya lakukan.

Kota yang katanya romantis

Kemudahan-kemudahan ini makin lengkap dengan hadirnya Kartu Debit Jenius Visa. Saya tak perlu repot-repot lagi menukar mata uang asing di money changer sebelum melakukan perjalanan keluar negeri. Pernah punya pengalaman tak enak dengan money changer di bandara Medan waktu itu membuat saya sedikit khawatir kalau harus berurusan dengan money changer. Sedang ribet dengan waktu mepet karena harus transit untuk melanjutkan perjalanan ke Malaysia waktu itu. Saya berpikir akan lebih mudah kalau saya menukar uangnya di bandara Medan saja, karena waktu itu masih santer gosip kalau kita menukarnya di Malaysia nilai tukar rupiah akan anjlok sekali. Nah moment saya buru-buru ini sepertinya dimanfaatkan oleh petugas money changer. Jumlah Ringgit yang diserahkan kepada saya ternyata kurang. Ini saya ketahui setelah saya buka amplop dari money changer tersebut di dalam pesawat. Sejak saat itu sepertinya saya agak trauma dengan money changer di bandara.

Belajar Jadi Barista
Ngafe Jenius

Nah, dengan adanya Kartu Debit Jenius ini, saya semakin dipermudah untuk urusan bayar-bayaran dan ambil uang tunai di seluruh penjuru dunia selama ada logo Visa di sana. Selain itu, kita juga bisa membayar pesanan hotel dan pesawat online dengan kartu debit ini juga. Jadi biasanya semuanya saya lakukan sebelum perjalanan itu dimulai. Persiapan sebelum melakukan perjalanan itu penting, karena lancar atau tidaknya perjalanan kita, tergantung dengan baik buruknya persiapan yang kita lakukan.

Indahnya negeri ini membuat rasa nasionalisme ini makin besar
rumah adalah dimanapun

Apalagi kalau mau datang ke daerah-daerah yang sama sekali belum pernah kita datangi dan minim sekali informasi tentang daerah tersebut, seperti beberapa pulau kecil yang letaknya ada di pulau-pulau terluar negeri ini. Dengan tidak diribeti urusan keuangan, saya akan lebih menikmati setiap perjalanan yang saya lakukan.

Liburan Senang
Ngiro Kawe di Pagaralam

Selain itu, sebagai konten kreator, mau gak mau saya juga harus sering melakukan transaksi online dengan toko-toko di luar negeri. Beli copyright lagu untuk backsound video atau grafis misalnya. Dari marketplace biasanya hanya menerima transaksi dengan kartu kredit saja. Sementara saya bukanlah penganut “hutang people”. Lebih baik dibayar lunas kalau ada uang atau nabung dulu kalau memang belum ada uangnya. Untungnya kegelisahaan saya perihal media bayar transaksi-transaksi online terjawab dengan hadirnya Kartu Debit Jenius Visa. Saya bisa menghubungkannya dengan Paypal saya, dan semua transaksi berjalan aman dan lancar. Materi-materi pendukung pekerjaan saya sebagai konten kreator aman dengan jeniusnya Kartu Debit Jenius ini.

Mencari Cinta di Danau Cinta Sentani

“Semakin banyak pengetahuan yang kamu miliki, berarti semakin besar kemampuan untuk menilai sesuatu, karena pengetahuan adalah kekuatan.” Nah, dengan pengetahuan inilah Jenius memanjakan penggunanya seperti saya. Kartu debit ini benar-benar sakti, setidaknya sudah saya buktikan sendiri.

Dengan Jenius, jalan-jalan menjadi lebih simple dan lebih happy!”

 

2 KOMENTAR

  1. Inspirator sesungguhnya adalah masyarakat lokal itu sendiri, caranya datangi dan gali ‘keunikan’ setiap tempat yang didatangi. Dan Lostpacker sudah jadi narator para inspirator ini dalam cerita nan inspiratif, makasih sudah berbagi Mas.

Komennya disini ya..