Mesjid Menara Kudus Petilasan dari Sunan Kudus

4

Awan berarak memenuhi angkasa raya, tepat diatas mesjid menara kudus. Senja telihat begitu damai.  Dua buah bangunan terlihat menjulang keangkasa, seolah sedang mengisaratkan sebuah kerukunan yang indah,  buah dari akulturasi budaya di masa lalu.

Saya masih duduk di teras salah satu dari dua bangunan itu.  Tepat di bawah sebuah bangunan yang tersusum dari bata merah tanpa menggunakan perekat semen,  satu lagi yang membuat saya kagum akan kehebatan masa lalu bangsa ini.

Masuk ke Menara
Masuk ke Menara

Mesjid menara kudus dibangun oleh sunan kudus pada tahun 1549, ini berdasarkam sebuah prasasti yang di temukan di salah satu bagian mesjid. Batu pertama untuk pembangunan mesjid ini diyakini menggunakan batu Baitul Magdis dari Palestina.

Mesjid ini tiap hari ramai di kunjungi banyam pengunjung. Mereka biasa datang dalam rombongan dan berasal dari berbagai penjuru nusantara.  Seperti halnya petang kemarin,  saya di kagetkan dengan riuhnya polah gadis-gadis remaja yang asik bernarsis dia di depan menara.

Damai
Damai

Petang itu saya merasakan sebuah kedamaian yang luar biasa,  berada di sebuah tempat suci dengan latar belakang budaya yang kental. Inikah yang selalu saya cari dari sebuah perjalanan?  Entahlah.. Saya hanya menikmati kedamaian ini dengan senantiasa bersyukur atas apa yang sudah tuhan berikan.

Berada di mesjid Menara Kudus ini saja, saya sudah merasa sangat damai,  angan saya melayang ke sebuah tempat suci yang selalu ingin saya kunjungi,  pasti akan damai sekali disana. Mekkah.. Semoga suatu saat.  Amin

4 COMMENTS

Komennya disini ya..