Menyapa Pulau Lombok, Lihat Indonesia #26

9

Jalanan di Pulau Lombok yang saya lihat mulai meliuk-liuk, bahkan terkadang belokan yang harus di lalui terasa sangat tajam. Tapi satu hal yang membuat saya dan team terlihat bahagia berada di dalam mobil TAFT yang kami tumpangi adalah karena pemandangan di luar jendela mobil indah sekali. Sawah-sawah terlihat menghijau di bawah larik-larik pohon kelapa yang seolah berdiri tegak dalam barisan. Yah etape lihat Indonesia kali ini saya dan team sedang menyapa pulau yang dikenal dengan pulau seribu mesjidnya ini, Pulau Lombok.

Entah sudah hari keberapa saya pun tidak pernah memikirkan lagi. Petualangan Lihat Indonesia ini adalah sebuah misi suci kami untuk melihat dan mengabarkan keadaan negeri ini secara seutuhnya, walaupun masih terbatas di daerah yang kami lalui saja.

bersama kris
bersama kris

Matahari mulai beranjak sore ketika saya sampai di dekat Labuan Lombok di daerah Lombok timur, kebetulan saya sudah mengatur janji dengan Kris, sahabat baru saya ketika sedang ikut trip sailing kapal yang di awakinya dari Labuan Bajo menuju Lombok dulu.

Saya berjanji akan mencetakkan foto-foto perjalanan kami dan alhamdulillah saya bisa melunasi janji saya ditambah sebuah majalah yang memuat cerita pelayaran saya bersama dia dulu.

Setelah menghabiskan dua mangkok bakso saya bergegas melanjutkan perjalanan menuju Selong di Lombok timur ini juga untuk numpang bermalam di rumah salah satu sahabat dari Taft Diesel Indonesia chapter Lombok, Om Bayu namanya.

nemu ginian akibat nyasar,,
nemu ginian akibat nyasar,,

Kembali kami menyusuri jalanan Lombok di saat hari sudah beranjak sore dan gelap akan segera hadir. Tapi tunggu dulu sepertinya kita salah arah berdasarkan peta, tapi gps kami menunjukkan saat ini kami berada di jalan penghubung yang nantinya akan sampai di Selong juga. Dan keputusannya adalah melanjutkan perjalanan walaupun nantinya kami harus gambling dengan keputusan ini. Tapi bukankan petualangan ini yang menuntun kami untuk berpikir cepat di dalam pengambilan keputusan di jalanan.

Dan ternyata saya bersyukur sekali sudah memilih jalur ini, pada jalur ini saya menemukan sebuah pasar tradisional yang menjual bermacam ragam olahan laut yang nikmat. Ada sup rajungan, udang, keong, ayam bakar, ikan bakar dan masih banyak lainnya. Dan hal seperti ini yang tidak boleh di lewatkan, hingga akhirnya saya pun turun dan menyalurkan hasrat rindu masakan rumah lewat masakan-masakan rumah ini. Beberapa rajungan, dan keong atau tutut yang di sup pedas terasa begitu segar dan nikmat.

keong di sup pedass
keong di sup pedass

Sampai di rumah om Bayu hari sudah gelap, sembari berbincang kami juga menyusun rencana keeseokan harinya untuk melanjutkan perjalanan ke Sembalun, di lereng gunung Rinjani. Penat melanda hingga akhirnya saya dan team pun tergolek di ruang tamunya om Bayu..Good night Lombok.

SAMSUNG CSC
mupengg
SAMSUNG CSC
yummyyyyy
SAMSUNG CSC
sop rajungannya mureeee

9 COMMENTS

  1. Baca itin ini bikin saia ingin kembali ke Lombok rasany. Padahal baru 2 minggu lalu saia kembali ke Jakarta. Om, boleh kali kita nge trip bareng… hehhe

Komennya disini ya..