Lomba Foto Abal-abal

39
Sumpah Baktiku untukmu Ibu Pertiwi

Sejatinya saya itu males ikut-ikut lomba, karena menurut beberapa pengalaman jarang sekali dapat hoki menang. Beda dengan sahabat saya yang selalu menang lomba seperti wira nurmansyah atau Yunaidi. Tapi pada 16 agustus kemarin saya menerima pesan yang ngasih link lomba foto dengan tema hari kemerdekaan 17 agustus.

Persyaratan Lombanya
Persyaratan Lombanya

Melihat poster yang terpampang di akun instagram @senayancity yang bekerjasama dengan @doss.id saya pun berniat mengikuti lomba tersebut. Itung-itung ikut memeriahkan pesta kemerdekaan Republik ini yang ke 71. Kenapa saya tertarik untuk ikut, karena sistem penentuan pemenang berdasarkan pilihan juri, bukan berdasar banyak-banyakan like yang ada di fotonya. Selain itu lomba fotonya juga melalui media onlain instagram saja, jadi semakin memudahkan saya untuk ikut.

Ini foto yang saya ikutkan lomba itu
Ini foto yang saya ikutkan lomba itu

Jujur saya tidak terlalu suka lomba apapun yang penilaiannya berdasarkan banyak-banyakan like. Jadi agak ilang gitu esensi lombanya. Bahkan beberapa waktu lalu juga saya mendengar drama lomba pemilihan pejalan terbaik yang bercoreng dengan kasus boom like. Ajang tahunan itu seolah membuka lembar kelam bahwa lomba sebenar-benarnya sudah pudar melalui kasus (beli) like yang mencuat di sosial media.

Bulan kemarin saya juga di daulat oleh salah satu propinsi di Timur Indonesia untuk menjadi salah satu dari team Juri lomba Foto. Ada 4 orang juri yang akan menilai foto-foto yang di kirimkan oleh peserta. Mekanismenya masih sederhana, jadi juri duduk berjejer, satu persatu foto di pampangkan untuk di nilai. Poin-poin penilaian sudah di diskusikan terlebih dahulu. Diantaranya adalah kesesuaian foto dengan tema  yang di lombakan, Komposisi foto, Teknik Fotografinya, hingga hal-hal lain seperti visual literasi yang di miliki fotografer peserta lomba. satu juri dengan juri lainnya tidak di perbolehkan berdiskusi dalam tahap awal penilaian ini. Masing-masing juri pasti punya penilaian yang berbeda.

Dari hampir 100 foto yang masuk, akhirnya terpilih 10 foto terbaik. Nah sesi inilah bantai-bantaian argumen dari masing-masing juri di perdebatkan. Bukan apa-apa sih, untuk menentukan foto siapa yang berhak menang itu para juri harus bertanggung jawab. Ketika lomba berakhir akan di umumkan pemenangnya dalam konferensi pers, jadi tema juri harus siap dengan penjelasan kenapa satu foto itu bisa memenangkan lomba. Nah lomba-lomba foto seperti ini sudah hampir tidak pernah saya lihat lagi.

img_1532

Persyaratan follow dua akun sudah saya lakukan
Persyaratan follow dua akun sudah saya lakukan

Semua persyaratan sudah saya ikuti. Follow dua akun yang di sebutkan dalam persyaratan lomba, menggunakan hastag yang mereka tentukan di poster yang terpost pada tanggal 16 agustus itu. Dan setelah semua persyaratan terpenuhi, yang bisa kita lakukan ya hanya berdoa dan meyakinkam diri bahwa ini lomba, pasti ada menang dan kalah.

Yeayyy menanggg
Yeayyy menanggg

Karena kesibukan acara jalan-jalan muter nusantara bahkan saya sampai lupa kalau pernah ikut lomba. Hingga suatu ketika di minggu ke empat bulan september di umumkanlah pemenang lomba foto itu. Dan saya kepilih jadi pemenang utama, dengan berhak membawa pulang sebuah kamera sony A-5000. Di pengumuman tersebut saya di wajibkan mengirimkam email data diri ke panitia. Saya sudah lakukan dengan hati riang gembira.

Namun masalah muncul setelah 3 hari sejak saya mengirimkam email tidak ada balasan. Karena waktu itu saya sedang ada di daratan Flores yang agak susah sinyal karen sedang mendampingi teman-teman blogger dari berbagai negara yang sedang explore Indonesia. Gak asik dong kalau gara-gara masalah ini mood saya rusak terus gak totalitas menjamu teman-teman ini di negara kita. Tapi begitu dapat sinyal saya coba membuka feed instagramnya @senayancity.

Kemenangan saya di batalkan tanpa penjelasan
Kemenangan saya di batalkan tanpa penjelasan

Nah saya kaget ketika tiba-tiba tanpa pemberitahuan, kemenangan saya di anulir/batalkan dengan alasan saya tidak nge-share poster lomba dan mention 5 orang untuk ikut lomba itu. Kalau di lihat dari persyaratan lomba yang mereka posting pada 16 agustus di akun instagram @senayancity saya tidak menemukan persyaratan itu.

Saya sudah coba kirim email menanyakan penjelasan mereka tentang hal ini. Sampai dua email saya kirimkan tidak ada jawaban. Saya coba telpon ke customer care senayan city, telpon saya pun di lempar kesana kemari dan harus menjelaskan maksud saya ke setiap penerima telp baru, hingga setelah hampir 20 menit dilempar sana sini, saya dapat penjelasan bahwa yang ngurusin Instagram @senayancity tidak di tempat. Dan pulsa ponsel saya pasti sudah banyak tersedot gara-gara mereka melempar telepon sana-sini tadi.

Sampai disitu saya sudah malas untuk mencoba mencari kejelasan lagi, toh kalau ngarepin hadiah kamera itu, saya juga gak terlalu butuh, karena sudah ada kamera yang menemani setiap perjalanan saya.

Tapi semoga kasus ini jadi pelajaran kita semua, dan juga brand yang akan mengadakan lomba agar menghargai hak kreatif setiap peserta. Bahkan karya foto saya di repost sama akun instagram @senayancity.

Dan janganlah hanya demi exposure yang besar, brand lupa akan etika-etika yang seharusnya mereka pegang teguh. Toh para peserta lombanya juga pasti salah satu dari customer mereka juga kan, dan perlu di ingat, mereka besar juga pasti karena customernya.

Semoga lomba abal-abal seperti yang di selenggarakan @senayancity dan @DOSS.ID ini tidak terulang lagi.

Salam Perjalanan

39 COMMENTS

  1. Sangat gak professional. Sebelum memposting pemenang kan sudah dipastikan dr awal memenuhi syarat untk diikutkan berapa besar. Ko malah pemenang utama langsung lengser dan hilang? Smoga gak ada kjadian gni lagi.

  2. Keep your head up high om bolang ?

    Semoga gak ada kejadian gini lagi huhu, mending makan PSY yoks, mz wira katanya mau trakteerr ?

  3. Panitianya ceroboh.
    1. Menuntut sesuatu yang tidak disyaratkan di awal.
    2. Atau mengubah/menambah aturan saat lomba berjalan itu jelas ngawur. Panitia nggak mempersiapkan dengan baik sistem perlombaan.
    3. Kalau memang tidak memenuhi syarat harusnya ya jangan diumumkan sebagai pemenang. Harusnya Lakukan verifikasi dulu. Bikin syarat tambahan sendiri, lupa sendiri hahahaha..
    4. Pemilihan juara satu pengganti juga aneh. Harusnya penentuan foto itu berdasarkan nilai/skoring. Kalau juara 1 dianulir ya pilihannya cuma dua. Juara 2 naik atau tidak ada sama sekali juara 1nya. Seperti kasus lomba foto Sapi Brojol yg juara 1 batal karena belakangan ketahuan curang. Nggak ujug2 nongol foto replacement nangkring juara satu came out no where.
    5. Betul mas. Panitianya abal2. ?

  4. Ini murni kesalahan panitia (pihak Senayan City dan Doss) yang tidak kompak menuliskan aturan main di akun Instagram masing-masing. Di akun Senayan City tidak ditulis harus regram e-flyer, sedangkan di akun Doss ditulis harus regram. Sebagai peserta mah pasti menganggap aturannya sama aja. Kalau sudah memenuhi persyaratan di akun IG Senayan City, harusnya ya sudah memenuhi persyaratan di akun Doss juga. Masa bisa beda-beda persyaratannya.

  5. setuju mas, semoga tulisan ini bisa jadi pelajaran buat brand brand yang mau ngadain lomba, biar jangan asal asalan,
    pernah juga dulu jadi korban lomba video yang harus banyak likenya…. kalau sekarang ma ogah ikut lomba kaya gituan 😀

Komennya disini ya..