Kisah Tulus dari Pak Tulus

0
Karena Bahagia Itu Sederhana

Pagi belum berakhir ketika saya dan Pak Tulus bercerita panjang lebar tentang masa lalu. Sambil mendengarkan cerita tentang asal mula Pak Tulus terlibat dalam perkebunan kelapa sawit di Provinsi Riau, mata saya menerawang, seolah membuka kembali lembar demi lembar kenangan masa kecil saya dulu yang hidup di area perkebunan kelapa sawit dan karet di Provinsi Jambi.

Kenangan masa kecil terbuka kembali

Almarhum kedua orang tua saya dulu bekerja sebagai buruh di perkebunan karet dan sawit. Sebagai buruh kasar yang tidak punya penghasilan tetap mereka harus membanting tulang untuk biaya saya sekolah. Karena letak bedeng tempat tinggal kami sangat jauh dari lokasi sekolah, maka saya dititipkan pada saudara ibu yang ikut dalam program Perkebunan Inti Rakyat Transmigrasi (PIR Trans) di daerah Pemenang, Jambi. Masa kecil saya memang penuh kenangan tentang hidup di area perkebunan. Bagaimana susahnya akses tempat tinggal kami ke kota kecamatan dulu. Untuk berangkat sekolah saja saya harus berjalan kaki hampir satu jam. Belum lagi ancaman gangguan binatang liar, karena kami harus melewati semak belukar di atas rawa-rawa ketika hendak pergi ke sekolah. Dan saya masih ingat betul, waktu itu bersekolah di sekolah dasar inpres SP-C (SP adalah singkatan dari Satuan Pemukiman untuk warga Transmigrasi).

duo keren

Panas mulai menyengat ketika saya sadar masih mendengarkan cerita Pak Tulus. Bagaimana perjuangannya dulu untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dari masa lalu. Berawal dari niat kuat untuk meninggalkan kota Blitar dan pergi merantau ke kabupaten Pelalawan pertama kalinya dulu.

Sampai di Pelalawan juga tidak serta merta baik kehidupannya. Pernah menjadi pekerja pabrik dengan segala cerita sedih dan lucunya. Namun semua kenangan itu sekarang menjadi indah ketika beliau sudah sukses menjadi petani plasma perkebunan sawit di Provinsi Riau ini. Sekolah anak-anaknya terjamin karena dari hasil kebun sawit saja sudah lebih dari cukup untuk membiayai biaya kuliah anak-anaknya. Padahal dulu mimpi aja beliau tidak berani. Satu hal yang saya kagumi dari beliau adalah semangatnya untuk bekerja keras demi keluarga. Tak heran kalau saat ini beliau terpilih menjadi ketua KUD di Pangkalan Kerinci karena kisah-kisah keuletan dan inspirasinya.

Diskusi bertukar pengalaman

“Saya ini dulu merasa minder bergaul dengan bapak-bapak itu mas, lha mereka orang-orang pinter sementara saya hanya pegawai rendahan. Tapi ketika saya berani bergaul sama mereka, saya merasa bersyukur ketularan ilmunya, kan mereka orang-orang pinter semua,” tutur Pak Tulus sambil berceloteh tentang mantan bosnya yang baik hati.

Pak Tulus adalah salah satu contoh petani Plasma yang berhasil. Program Plasma yang diberikan perusahaan memberikan banyak manfaat kepada kelompok tani mitranya. Penyediaan bibit unggul, pendampingan petani dengan transfer ilmu tentang teknik-teknik pengelolaan kebun yang baik dan berkelanjutan supaya produksi meningkat, serta kejelasan harga jual buah yang ditetapkan oleh berbagai unsur yang diprakarsai oleh pemerintah, serta beberapa bantuan lainnya yang menjadi program community development dari perusahaan.

Brondolan yang berharga

Para petani plasma seperti Pak Tulus ini mendapatkan banyak manfaat dari adanya sistem ini. Dan perusahaan seperti Asian Agri juga mendapatkan hasil kebun yang bagus serta traceability dari tandan buah segar yang diterima dari masyarakat.

hama tanaman

Lain lagi kisah Pak Suparjo, pria paruh baya yang antusias sekali ketika kami sedang berdiskusi. Namun setelah diskusi usai, beliau mendatangi saya sambil bertanya

“Blogger itu apa sih, Pak?”

Saya menjelaskan apa itu blogger kepada beliau. Terlihat sangat antusias sekali dengan secarik kertas kecil dan ballpoint di tangan kanannya. Dan menurut keterangan dari teman-temannya, beliau ini memang orang yang sangat antusias sekali ketika mengenal hal baru.

Mengatasi hama dengan cara alami

Mengatasi hama tanaman dengan cara alami

Dan beliau sepertinya tertarik untuk belajar menulis dan menuliskan kisah-kisahnya. Saya memberitahu kalau kisah-kisah inspirasi seperti keberhasilan beliau dalam mengelola lahan sawit swadaya ini bisa menjadi pelajaran penting buat petani lain di seluruh dunia. Pelajaran tentang berkebun secara baik yang berkelanjutan, seperti yang sedang digalakkan juga di lingkungan perusahaan. Salah satunya adalah mengurangi jumlah pemakaian pupuk kimia, menerapkan teknik-teknik berkebun yang ramah lingkungan, seperti memakai burung hantu untuk menumpas hama tikus di area perkebunan, menggunakan hewan pemangsa ulat daun yang sering menyerang daun pohon sawit dan beragam teknik lainnya.

Burung Hantu ini juga jadi sahabat petani karena memangsa hama tikus

Kesuksesan Pak Suparjo, tak lepas pula dari sumbangsih perusahaan dalam hal pembinaan. Mereka tergabung dalam kelompok tani dan mendapatkan bimbingan dari perusahaan dalam segala hal. Bagaimana menerapkan sistem pertanian yang ramah lingkungan semua dipelajari dalam program kemitraan antara perusahaan dan petani swadaya seperti Pak Suparjo.

Pak Suparjo dan kelompok tani Amanah-nya adalah kelompok petani swadaya yang mendapatkan sertifikat RSPO untuk pertama kalinya pada 2017. Bimbingan dari perusahaan Asian Agri lah yang membuat semua mimpi ini terwujud.

Sumber kehidupan buat para Petani

Kenapa perusahaan begitu antusias untuk membimbing para petani ini, salah satu hal adalah supaya tercapai kejelasan dari mana buah segar yang mereka olah jadi CPO ini. Ketika masyarakat sudah menjadi mitra perusahaan baik itu sistem plasma ataupun swadaya, maka  transparansi dari mana tandan buah segar ini berasal bisa diketahui. Hal ini dilakukan untuk menghindari tandan buah segar yang ditanam ilegal oleh oknum warga di lokasi yang tidak seharusnya.

Cerita Pak Tulus berakhir ketika saya harus kembali berpamitan melanjutkan perjalanan. Cerita-cerita inspiratif seperti inilah yang selalu saya rindukan dari sebuah perjalanan. Dan satu hal yang selalu saya benci dari sebuah perjalanan adalah berpisah dengan orang-orang baik seperti Pak Tulus ini. Semoga sehat dan sukses selalu ya Pak.

Komennya disini ya..