Jangan pernah mau jadi penulis perjalanan

34
Pulau Sangalaki di Kepulauan Derawan

Menjadi penulis perjalanan itu gak begitu asik sih, tapi Uasik banget ha ha. Setidaknya begitulah yang saya rasakan. Ketika memutuskan untuk meninggalkan perkerjaan lama di sebuah perusahaan penerbangan dan beralih menjadi penulis perjalanan itu adalah sebuah keputusan besar dalam hidup saya. Walaupun awalnya memang terasa sulit. Bahkan simbok saya dikampung saja tidak percaya saya bisa hidup dari pekerjaan ini.

EOS 60D_76269
Asik kan bisa leyeh-leyeh sambil nulis di derawan kayak gini 🙂

Tapi bukannya Tuhan selalu memeluk mimpi-mimpi hambaNya yang percaya. Mungkin di pekerjaan awal saya dulu, di beberapa tahun terakhir saya hanya merasa bekerja itu sekedar menjalankan tugas dan dapet duit buat hidup. Jiwa saya rasanya terperangkap dengan rutinitas yang bertahun-tahun saya jalani.

Bisa melihat sudut-sudut nusantara yang dulu hanya sebuah mimpi
Bisa melihat sudut-sudut nusantara yang dulu hanya sebuah mimpi

Tapi saat ini saya merasa sudah memilih jalan yang benar. Dan simbok yang dulunya tidak percaya saya bisa hidup dari menulis perjalanan, sekarang sudah bisa menikmati jalan-jalan gratis bersama putra tercintanya ini ha ha, dapet duit lagi.

Menjadi penulis perjalanan bukanlah hal sepele. Kita harus selalu update dengan tren apa yang sedang banyak dibicarakan orang di dunia perjalanan. Oleh karenanya kebutuhan akan akses social media menurut saya sangat penting sekali. Tak jarang banyak kerjasama yang saya dapatkan berawal dari social media.

Fantasy di Kehe Daing
Fantasy di Kehe Daing

Dari alasan itu keberadaan gadget bagi saya sangat penting sekali. Selain butuh sebagai media alat rekam baik foto maupun video, Gadjet juga menghubungkan kita dengan banyak hal di dunia maya. Terlebih dengan akun-akun social media yang kita punya.

Seperti saat saya jalan-jalan ke Derawan beberapa hari yang lalu. Dengan bantuan gadget saya bisa bekerja dari manapun dan kapanpun. Kebetulan pilihan saya jatuh pada si hitam manis MITO A75 Fantasy2. Kenapa saya bilang handphone ini si hitam manis, karena bentuknya yang hitam elegan dan manis karena dipegang oleh simanis (maksa) ha ha. Mulai dari memotret, rekam video, Gaming, GPS, Sharing wifi dan masih banyak lagi fungsi dari si hitam manis ini.

Asik diajak main ke alam bebas
Asik diajak main ke alam bebas

Dengan kata lain saya lebih rela kelupaan kenangan mantan daripada kelupaan bawa MITO A75 Fantasy2 ini ketika melakukan perjalanan.

Jadi menurut saya, jangan pernah mau menjadi penulis perjalanan, karena saya jamin kita akan susah sekali move on meninggalkan pekerjaan terasik di seantero jagad raya ini ha ha.

Sampe dasar lautnya kelihatan
Sampe dasar lautnya kelihatan
Masih serial beningnya derawan
Masih serial beningnya derawan
Derawan itu Beningnya aduhai
Derawan itu Beningnya aduhai
Sunsetan di belakang kamar
Sunsetan di belakang kamar

34 COMMENTS

  1. gak cuma jadi penulis perjalanan aja sih kang yang *sulit.. jadi blogger yang bahkan hanya nulis kegiatan harianpun kadang bisa juga masuk dalam kategori *sulit.. soalnya kan kalo gak ada bahan jadinya bingung mau nulis apa… nulis itu pun juga harus dirangkai sebaik mungkin biar reader gak bosen berkunjung ke blog kita… iya gak kang??? heheheh

    oyah salam kenal dari Hega Traveler, kalu sempat mampir ke tempat kami juga yah…
    List Blog Traveler – http://hegatraveler.blogspot.com/p/blog-page_8.html

    Salam Hega,

    • Hai Hega, salam kenal yesss. Wah Menulis kalau kita seneng gak ada yang sulit kok. Be your self aja pas nulisnya. Blog lebih fleksible sih nulisnya. Lebih bebas sesua karakter kita

  2. Perkenalkan, saya dari tim kumpulbagi. Saya ingin tau, apakah kiranya anda berencana untuk mengoleksi files menggunakan hosting yang baru?
    Jika ya, silahkan kunjungi website ini http://www.kumpulbagi.com untuk info selengkapnya.

    Oh ya, di sana anda bisa dengan bebas mendowload music, foto-foto, video dalam jumlah dan waktu yang tidak terbatas, setelah registrasi terlebih dahulu. Gratis 🙂

  3. Mas sutiknya salam kenal sy adis dari Bandung, sblm sy baca tulisan mas yg ini sy juga udh nonton video mas yg di NTT,, eh NTB kali yah,, yg keren pokonyaa yg salah satu kalimat si mas yg sy ingat terus adalah “kmusafir yg haus akan Oase”.
    Oia unk saat ini sy khonsensus menjelajah Gunung yang ada di Bandung Raya yg jumblahnya lebih dari 600 Gunung,,, beberapa kecil saya sudah pernah kunjungi,,, tentu selain lanskap yang saya abadikan di foto saya juga ingin mengabadikan Sejarah dan Budaya yang ada di Gunung tersebut maupun di Desa di kaki Gunungnya.
    Bagaimana agar aktifitas dengan hoby menulis bisa saya realisasikan? Apa seorang penulis haruslah seorang pembaca? Kalo manusia seperti saya dengan Type Visual apa bisa jadi penulis??
    Ini bikin saya strees tapi di sisi lain lucu, streesnya disaat ide dan bahan untuk menulis sudah ada yaaa ALLOH saya malah bengong kayak orang bego, pikirku “mau nuliiis dari manaa”
    “Awal tulisannya ini apaaaaa”
    Aduuuuuuuhhh :'(
    Dan ideu yg udah ada hilang sudah.
    Lucunya, ketika saya dan baca artikel di mbah google “Bagaimana cara menjadi penulis yang baik” disitu disebutkan bahwa penulis yang baik adalah seorang yang hoby dan gemar membaca, lalu sy pun ikuti metode gemar membaca, saya mendadak ke Toko buku terkenal yang awalan namanya “G” lalu sy beli novel, sy pilih yg ga terlalu tebel ya setebal 4 buku tulis yg ditumpuk, saya juga memilih yang cover booknya cociks, dengan judul yang menarik. Dan yang saya takutkan terjadi, ketika sampe rumah, saya baca baru tiga lembar kepala saya udh muter duluan, mata saya berat dan akhirnya zzzzzzzzzzzz saya ketiduran, itu kebiasaan sy, ketika saya baca buku ga akan kuat lama,, beberapa lembar langsung ngantuk :'(.

    Jika mas sutiknyo ga sibuk bales ya mas, di tunggu video perjalanan Lostpacker yang terbarunya,,
    Assallamuallaikum 🙂

    • Hai Adis, senang sekali baca komen panjangmu. begini, saya dulu kerjaaanya malah gak ada hubungannya sama menulis, kalau membaca memang keharusan, karena banyak ilmu-ilmu tehnik pesawat terbang saya bisa pelajari salah satunya dengan membaca. Trik saya dulu adalah, memang harus banyak membaca dulu supaya kosakata yang ada di memory otak kita beragam. Gak perlu yang susah susah dulu, apa yang kamu lihat, dengar, rasakan pada saat lagi main kegunung, itu aja tuliskan. Anggap aja lagi nulis diary pribadi. Itulah bedanya blog dengan media. Blog lebih bebas kita mau nulis apa, tapi memang harus di pertanggung jawabkan ya informasi yang akan kamu shara. Ayok buruan dimulai dari tulisan pertamanya. Saya tunggu ya..

Komennya disini ya..