Gunung Kelud, kutukan dari kasih tak sampai. LihatIndonesia Part # 11

14
Before Eruption

Debu-debu beterbangan kian kemari. Batu-batu kecil terkadang melanting ke pinggir jalan karena terhempas oleh roda kendaraan yang melintasi. Wiper di kaca depan mobil beberapa kali  harus menjalankan tugasnya dengan berat.

Perjalanan petang itu dari Pacitan menuju ke Trenggalek merupakan sebuah pengalaman yang tidak pernah kami lupakan. Sebuah trek jalan yang konon katanya di agung-agungkan menjadi penghubung jalur diselatan Jawa namun kondisinya sangat memprihatinkan.

Tiba di Kota Tenggalek sudah malam sekitar pukul 21:00. Perut sudah keroncongan semua. Alhamdulillah ada orang baik yang mengajak kami, Team Lihat Indonesia untuk beristirahat sejenak sambil menikmati lezatnya Ayam Lodho pak Yusuf yang konon sudah berdiri sejak 1987 itu.

Ayam Lodho khas Trenggalek
Ayam Lodho khas Trenggalek

Menu makan malam saya dan teman-taman saat itu mewah sekali. Beberapa ayam Lodho utuh terlihat menggiurkan di atas meja makan, dan tanpa pikir panjang akhirnya kami menyantap lezatnya hidangan malam itu tanpa sisa.

Perut sudah kenyang, setelah berpamitan ke om Bagus, pria yang berhati mulia yang mentraktir dan membelikan saya dan teman-teman banyak sekali kudapan lezat khas trenggalek itu, kami pun melanjutkan perjalanan menuju Kediri. Dirumah om Eten kami akan menginap semalam untuk memulihkan tenaga guna menyusuri jalur gunung Kelud keesokan harinya.

Tapi sedikit masalah harus terjadi malam itu. Om Eten mengantuk sehingga kami harus beristirahat sejenak untuk memulihkan stamina yang sudah mulai hilang. Dan tepat hampir tengah malam 3 mobil team Lihat Indonesia memasuki halaman rumah om Eten. Lega rasanya…

Perjalanan menuju gunung Kelud
Perjalanan menuju gunung Kelud

Kokok ayam terdengar bersahutan. Kumandang Adzan Subuh juga membuat kami terbangun. Mentari pagi juga dengan riang membagi sinarnya kepada kami,  yah pagi itu terlihat begitu cerah.

Setelah menyelesaikan sedikit persiapan akhirnya perjalan harus saya lanjutkan kembali. Tujuan kali ini adalah mengarah ke Gunung Kelud. oh ya Kediri punya kuliner khusus yang musti dicoba jika sedang berada di kota itu. Pecel Punten namanya. Pecel ini terbuat dari beberapa sayuran segar yang di siram oleh kuah kacang. Sepintas tidak ada yang berbeda dengan pecel-pecel kebanyakan yang di jajakan di pinggir jalanan ibukota. Tapi begitu sudah masuk ke mulut, khas rasa bumbunya membuat lidah ini rasanya bergoyang menikmati lezatnya padu padanan antara beberapa rempah dan bumbu yang tercampur rapi berbentuk kuah kacang itu.

Selesai menikmati lezatnya pecel punten perjalanan pun harus tetap dilajutkan. Putaran roda 3 taft jadul kami mengarah kesebuah destinasi menarik yang letaknya tidak begitu jauh dari Kediri. Gunung kelud namanya. Namun sayangnya ketika kami baru berada di kaki gunungnya hujan turun begitu lebatnya. Namun mobil yang membawa kami adalah sebuah kendaraan tangguh segala medan. Dirasa belum terlalu membahayakan akhirnya kami tetap melanjutkan perjalanan walaupun harus tetap waspada karena jarak pandang hanya sekitar dua sampai tiga meter.

Gunung Kelud yang berkabut
Gunung Kelud yang berkabut

Kabut turun terlihat begitu pekat. Suasana pegunungan yang di balut kabut adalah sebuah pemandangan yang luar biasa bagi saya. Begitu mistis tapi indah, dan saya selalu rindu dengan suasana seperti itu.

Langit rasanya sedang marah dengan gonjang-ganjing yang ada di bumi. Hujan tak kunjung reda juga ketika kami berharap cemas untuk tetap bisa mengeksplore lokasi kece ini. Apakah kami sedang menerima sumpah yang dulu diucapkan oleh Lembu suro ketika dia terjabak dalam tipu daya sang putri jelita bernama dewi Kilisuci?Gunung kelud terlihat begitu gagah, meski sebagian punggungnya tertutup kabut. Hujan masih tetap saja turun ketika kami sampai di lokasi parkir kendaraan di punggung Gunung kelud. Menurut keterangan peta wisata yang terpampang ada anakan gunung kelud ternyata, tapi kami harus melewati terowongan dahulu untuk melihatnya. Karena hujan begitu lebatnya maka lokasi tersebut juga tertutup kabut, jadi akan percuma juga kami kesana, akhirnya di putuskan kita tidak jadi melihat anakan gunung Kelud ini.

Serupa dengan kisah asal muasal gunung Tangkuban Perahu di jawa barat, Kisah dewi Kilisuci disini juga merupakan cikal bakal kisah dari asal muasal letusan gunung Kelud ini.Dewi Kilisuci adalah putri raja kediri nan jelita. paras ayunya memikat tidak hanya manusia, bahkan dua raja yang berpenampilan dengan kepala benbentuk kepala binatang juga tertarik dengan paras ayu sang putri, Lembu Suro dan Mahesa Suro.

Hujan datang tiba-tiba
Hujan datang tiba-tiba

Konon Katanya sang putri punya cara cerdik untuk menghalau pinangan dari kedua raja sakti mandraguna tapi berkepala hewan itu. Beliau meminta di buatkan dua buah sumur di puncak gunung Kelud dengan kriteria masing-masing subur baunya harus beda, yakni amis dan harum.

Dengan kedigdayaan yang di miliki, kedua raja itu menyanggupi dan mereka benar menyelesaikannya sesuai dengan syarat yang di ajukan oleh sang putri. Namun sang putri pun tidak kalah cerdik layaknya dayang Sumbi dalam kisah Epicnya bersama Sangkuriang. Sang dewi meminta kedua raja itu masuk kedalam sumur untuk memastikan bahwa sumur mereka berbau amis dan harum, begitu mereka sudah masuk kedalam sumur sang putripun menyuruh segenap prajurit kerajaan yang ada untuk menimbun sumur tersebut dengan batu, dan saking geramnya Lembu Suro akhirnya mengeluarkan sumpah serapah spt ini “Yoh wong Kadiri, mbesuk bakal pethuk piwalesku sing makaping kaping, yoiku Kadiri bakal dadi kali, Blitar dadi latar, Tulungagung bakal dadi Kedung,” kutuk Lembu Suro.

Kutukan tersebut memiliki arti “Ya, orang Kadiri besok akan mendapatkan balasanku yang sangat besar. Kadiri bakal jadi sungai, Blitar akan jadi daratan, dan Tulungagung menjadi danau.” berdasar cerita itulah setiap ada letusan gunung Kelud, warga sekitar beranggapan itu adalah murka dari Lembu suro, dan untuk menghindari amuk dari kutukan Lembu suro, biasanya setiap tanggal 23 buro mereka mengadalan larung sesaji ke kawah gunung Kelud.

Hujan masih setia mengguyur, Gunung Kelud terasa begitu dingin dan mistis. Mistis karena turunnya kabut yang membuat gunung kelud terlihat seperti bayangan hitam di telan kabut.

Welcome To jalan Misteri
Welcome To jalan Misteri

Ada satu hal lagi yang menarik di gunung ini selain keindahan dan cerita epic di balik letusannya, apakah itu? Jalan Misteri, Jalan ini sungguh memancarkan aura misteri yang luar biasa. Ketika melewati jalanan itu saya dan wahyudi yang memegang kendali sopir mencoba fenomena alam ini. Dalam direction yang terpampang di sebuah papan pengumuman mobil harus posisi netral. Kondisi jalan menurun, namun ketika di posisikan netral justru pergerakan mobil mundur alias mandaki ke belakang, bukannya bablas meluncur kedepan karena memang kondisi jalannya menurun, dan yang lebih aneh lagi, semakin lama semakin kencang ternyata putaran roda mobil. Misteri

Turun dari Gunung Kelud mobil om Eten mengalami sedikit masalah. Setelah berusaha memperbaiki tapi ternyata gagal, akhirnya tugas Aki untuk menariknya ke bengkel teredekat, sehingga baru selepas magrib kami melanjutkan perjalanan.

Perjalanan pun dilanjutkan dan kali ini roda perjalanan team LihatIndonesia mengarah ke sebuah daerah yang terkenal dengan pesona pemicu adrenalinnya, Rafting. Dan itu ada di Kasembon.

*Berlanjut…

14 COMMENTS

  1. Wuih mantabh Oom Bolang … Ini Taft yg dulu sempet trouble wkt di jln tol – jkt itu kah?

    Ngomong2 itu pecelnya enakkkkkk … Slurrpppp :9

    Tapi itu yg Jalan Misteri beneran ya . Banyak yg nyoba ga Oom Bolang?

Komennya disini ya..