Donbury Chaya, Restoran Muslim di Hokkaido – Jepang Trip #3

2
Restoran Muslim di Jepang

Dihadapan saya tersaji semangkok penuh makanan yang seprtinya sangat lezat sekali. Beberapa macam olahan seafood, terlihat memanggil untuk dijamah dengan segera. Belum lagi beberapa piring mungil yang juga berisi makanan, semakin membuat jiwa bertahan saya, terkoyak-koyak dalam waktu sekejap. Semangkok Seafood Rice Bowl Combo ini memang menu andalah dari restoran Donburi Chaya yang ada di Kota Otaru, Hokkaido, Jepang ini.

Ramainya Jalan Sakaimachi di Hokaido

Sekilas sih memang sama dengan restoran-restoran lain yang ada di sepanjang jalan Sakaimachi ini. Namun kalau kita mau melongok lebih dalam, banyak wisatawan muslim datang ke warung makan ini. Selain enak, restoran ini juga muslim friendly. Bahkan di depan restoran tertulis prayer room on second floor”. Setelah naik keatas, ternyata beneran ada satu ruangan mungil yang dikhususkan untuk beribadah para pejalan muslim disana.

“Wisatawan yang datang kemari biasanya dari Indonesia dan Malaysia, yang mayoritas muslim” ujar Michiko dalam bahasa Indonesia yang fasih.

Restoran Muslim di Jepang

Jepang memang sedang membuat para wisatawan muslim yang berkunjung ke negaranya bisa menikmati dan merasa nyaman. Tidak cuma di restoran lezat, saya juga menemukan sudut mungil yang diperuntukan tempat ibadah bagi kamu Muslim yang sedang menikmati indahnya Hokkaido disaat Summer seperti ini.

Setelah dapat penjelasan sejenak tentang makanan apa aja yang ada di meja dari mamang Kaznuri Chiba Chief Manager Donburi Chaya, saya rasanya sudah tidak tahan lagi, untuk menggauli semangkok Seafood Rice Bowl Combo yang cantik itu. Semuanya terlihat segar sekali. Diolah oleh cheef yang berpengalaman, makin membuat makanan ini digemari pelanggannya.

Rice Bowl Seafood Combo

Tak butuh lama buat saya untuk menghabiskan semuanya yang ada di meja. Bahkan dalam plating buah juga lenyap dalam sekejap. Mereka juga menyuguhkan buah melon yang terkenal dari Hokkaido ini. Rasanya manis banget, kalau di Indonesia mah mirip melon Madu.

Melonnya Muanis Banget

Kelar makan enak dan sehat, saya ditunjukkan pada salah satu sudut ruangan yang ada di lantai dua itu. Dua sajadah terlihat sedang digelar. Ruangan itu dipisah oleh sekat kain yang bisa dibuka. Jadi kita sebagai Muslim Traveler (kek acara tipi) bisa melaksanakan kewajiban disana. Gak selalu pakai alesan Mukafir ya gaes, eh Musafir maksudnya pissss.

Banyak yang jual makanan enak disini

Aniway, kayaknya dari kemarin saya makan enak kebanyakan. Sebelum pulang tiba-tiba perut agak berontak, minta tabungan dikeluarkan, biar kalau mau foto OOTD tetap kelihatan sedikit shape.

Nah masuklah saya ke WC dilantai 2 ini. Pertama masuk kesannya wah banget WC-nya. Kesan Kedua yang selalu membuat saya bahagia berada di WC-WC di Jepang ini adalah, WC-nya Angetttt kalau didudukin. Setelah kesan wahnya, kesan terakhirnya bingung. Dan bener kan, ketika proses nabungnya selesai, saya nyari tombol Flush tidak nemu. Gak asik kan ninggalin tabungan, trus ditemukan oleh orang lain.

Akhirnya tutup dudukan WC saya tutup, dan saya meminta bantuan Motuls untuk nyari yang mana tombol Flush. Semua dalam bahasa Jepang soalnya. Nah pria Skecer ini saya pikir paham bahasa Jepang karena muka dan rambutnya sudah mirip orang Jepang, eh lhadalah, malah semua tombol dipencetin. Kan gak lucu kalau ada tombol Emergency disalah satunya itu. Emergency gara-gara gak bisa ngeflush, aneh kan ha ha.

Alhamdulillah ternyata ada salah satu tombol yang dipencet motuls bisa mendorong dengan tuntas tabungan saya itu ke brankas yang lebih besar. Amannnn.

Dan ternyata setelah nanya sana-sini, itu WC OTOMATIS gaesss, jadi lo tinggalin aja nanti dia nge-flush sendiri, macem tempat pipis di mall-mall mewah gitu, Su as uuuuu ha ha.

Crew Donburi Cahya, restoran Muslim Friendly di Jepang

Keluar restoran saya pamitan cium tangan ke semua orang restoran, enggak ding, gak sampe segitunya pakai cium tangan. Mereka sudah menunggu di depan restoran dengan sekotak kartunama yang siap dibagi-bagi.

Muka Kelaperan

Oh ya di Jepang itu, Kartu Nama masih dianggap sakral. Jadi pas sebelum jalan, saya di kasih tahu oleh Nova, orang Japan National Tourism Organizatin (JNTO) untuk bawa kartu nama untuk relationship disana. Udah lama dicetak sih, dan gak abis-abis. Soalnya biasa kebawa hanya pas ada event yang di cemplungin ke toples doang. Kalo temen or calon klien sih biasanya hanya nanya Nomer WA doang, he he.

Dan perjalanan berlanjut menyusuri jalanan Sakaimachi yang penuh cinderamata dan makanan enak. Namun Michiko mengajak kita mempercepat langkah, karena sudah ada janji dengan orang Asahiyama Zoo. Yes, kita mau diajak ke salah satu kebun Binatang terbesar yang letaknya ada dibagian utara Jepang. Saya pun sangat bersemangat sekali karena berharap bisa melihat dan menyentuh langsung Duo Macan disana hi hi.

INFO PENTING!!

Paket Seafood Rice Bowl Combo permangkok yang dibanderol 1.500 Yen (Rp 180 ribu).

2 COMMENTS

Komennya disini ya..