Malam  masih memeluk perjalanan saya dan team Lihat Indonesia di pulau Dewata. Aspal hitam tanpa garis pandu di tengahnya seolah memaksa indera penglihatan kami untuk tetap waspada melalui jalur di bagian barat pulau Bali ini. Namun rasanya kantuk sudah tidak dapat di tahan, dan sebuah pom bensin menjadi tempat kami melepas penat sejenak menghimpun tenaga untuk kembali melanjutkan perjalanan...
Sebuah perjalanan memberikan palajaran kepada saya akan banyak hal. Tentang indahnya bersyukur, tentang indahnya berbagi, dan tentang kebanggaan yang tiada terkira sudah lahir di nusantara tercinta ini. Perjalanan mengelilingi Nusa Tenggara yang baru saja saya jalani adalah obsesi diri yang sudah terpendam lama. Tantangngan yang saya hadapi di jalanan bukanlah apa-apa jika di bandingkan dengan kesukaran para wanita Rote mencari air...
Bayangan sebuah pulau kecil yang bening dan indah berpasir putih membuat saya membulatkan tekad untuk mengunjungi pulau samalona Pagi itu. Pulau samalona ini hanya sebuah pulau kecil yang hampir di kelilingi oleh pantai yang landai dan berpasir putih, hanya membutuhkan waktu sekutar 15 sampai 20menit untuk berjalan mengelilinginya, luas pulau ini tidak lebih dari 2.34 hektar. Pulau ini bisa ditempuh...
Langit Bali seolah menumpahkah panas yang luar biasa. Teriknya seperti hendak membakar kulit setiap mahluk yang ada di bumi. Tak terkecuali saya dan team Lihat Indonesia lainnya pada siang yang hampir tengah hari tersebut. Sebuah rumah khas Bali menjadi tempat kami berteduh. Rumah kediaman I wayan Patra, sang pengusaha kerajinan dari desa Batuan Bali. Bangunan-bangunan Bali terlihat mendominasi sebuah komplek...
Malam baru saja menjelma pagi, langit di ufuk timur masih terlihat di selimuti sedikit mendung pucat. Matahari seolah enggan menampak kan cahayanya. Namun jalur perjalanan yang saya dan team Lihat Indonesia lewati terlihat tidak kehilangan pesonanya. Hutan pinus yang yang lebat serta sungai yang mengalir deras terlihat begitu menantang untuk di akrab-i. Perjalanan menuju kota Batu Malang ini entah sudah...
Langit ufuk barat masih terlihat keemasan ketika saya dan beberapa sahabat yang sedang bertetirah di jalur selatan jawa ini sedang berada dalam perjalanan menuju ke sebuah kota yang katanya bersejarah buat bangsa Indonesia. Yes Pacitan, iring-iringan 3 Taft yang sudah sudah tidak muda lagi ini mulai menyusuri jalur-jalur kering antara Jogja menuju pacitan. Yah memang musim masih bermurah hati membagikan...
Matahari baru saja menyingsing, pertanda pagi baru saja dimulai. Namun suara gemuruh sudah terdengar di indera pendengaran saya. Sebuah tatanan apik dari note-note lagu yang membuat sebuah harmonisasi. Ternyata suara itu berasal dari grup drumband Madrasah Ibtidaiyah yang sedang unjuk pesonanya dihadapan para orang tua murid dan guru-guru. Saya melihat senyum-senyum bangga di muka para orang tua yang dengan seksama...
Pemuda Danau Sentani
Rentak tifa di tabuh bersahut-sahutan pada sebuah siang yang terik. Hamparan bukit-bukit hijau di kejauhan menjadi latar belakang yang indah dari sebuan pertunjukan akbar. Beberapa penari Isolo terlihat lincah bergerak sesuai irama rentak tabuhan tifa yang bertalu-talu. Perahu-perahu hias juga berseliweran diatas permukaan air danau. Tak mau ketinggalan air danaupun sedikit beriak seolah ikut menari sesuai dengan tabuhan tifa....

Follow me on Social Media!

7,010FansLike
498,050FollowersFollow
15,887FollowersFollow
6,866FollowersFollow
5,644SubscribersSubscribe