Berenang bareng lumba-lumba di Rockingham Wild Encounters Australia.

11

Setelah hari sebelumnya saya asik-asikan main dengan Quokka, hari ini bakal bersua kembali dengan salah satu binatang lucu yang selalu murah senyum di Rockingham Wild Encounters Australia.

Pertama membaca itenerary tentang attraction melihat lumba-lumba, saya langsung bertanya ke Tom, teman dari Tourism Western Australia yang mendampingi perjalanan saya selama di Perth dan sekitarnya ini.

Langit birunya juara dah

Yang ada di otak saya adalah melihat lumba-lumba layaknya sirkus di Ancol, dan saya sangat menentang sekali penyiksaan lumba-lumba seperti itu.

“enggak kok, kita akan melihatnya berenang di habitat aslinya” Tom menjawab kekhawatiran saya dengan lugas.

Wah kalau melihat mereka berenang dihabitat aslinya mah, sudah terlalu sering saya lakukan. Di Indonesia punya banyak sekali spot yang menjadi tempat bermain lumba-lumba seperti ini. Sebut saja Teluk Kiluan di Lampung, atau beberapa tempat lain di Bali. Bahkan ketika menjadi volunter konservasi laut di Raja Ampat beberapa bulan, hampir tiap hari saya melihatnya.

Bersiap masuk kapal

Jadi ngapain jauh-jauh ke Perth cuma pengen lihat lumba-lumba doang. Tom hanya tersenyum mendengar celotehan saya, mungkin dalam hatinya dia akan berkata “ntar lo juga akan tahu bro “.

Mobil yang saya tumpangi mengarah ke sebuah kota kecil yang terletak di pinggir laut. Jaraknya gak terlalu jauh kok, dari Fremantle tempat kami menginap hanya sekitar 40 km saja. Rockingham nama kota kecil itu. Hanya butuh waktu sekitar 45 menit berkendara, sampailah kami dilokasi.

Viewnya Instagramable, modelnya iya juga gak ya?

Dan tak jauh dari tempat parkir mobil sudah terlihat dermaga panjang yang intagramable banget. Sementara di pantai terlihat beberapa bentuk patung abstrak yang warnanya kontras dengan langit biru dan pasir putih yang ada di pantai itu.

Tujuan kami kesini adalah merasakan sensasi berenang bareng lumba-lumba dihabitat aslinya. Inilah paket tour yang dijual oleh Rockingham Wild Encounters di area Shoalwater Islands Marine Park. Perairan ini terhubung langsung ke Samudra Hindia. Jadi banyak sekali lumba-lumba yang main disana, tapi meskipun begitu, pihak Rockingham Wild Encounters tidak menjamin bakal ketemu lumba-lumba di tiap tripnya. Mereka hanya akan berusaha untuk membuat pengunjung senang saja.

Suasana didalam Kapal

Oh ya, sebelum datang untuk memulai trip, saya diharuskan mendaftarkan diri dan membayar paket tour mulai 45 dolar Australia perorang. Ini sudah termasuk harga sewa wetsuit, snorkle set dan makan siang dikapal. Komplimen juga ada beberapa jenis buah yang seger, paslah untuk di kunyah setelah berenang-berenang manja dengan lumba-lumba.

Dah gak sabar pengen nyebur

Ternyata apa yang difikirkan Tom kemarin “ntar lo juga tahu bro” jadi kenyataan hari ini. Jadi sebenarnya itu kita diajak ketengah laut tempat habitat lumba-lumba bermain. Pemakaian wetsuit dan snorkle set wajib untuk trip ini. Juga peserta diwajibkan saling berpegangan pada pinggang yang sudah diikatkan sebuah belt. Nah pemandu akan ada dibagian paling depan, sementara kami peserta akan mengikuti dibelakangnya dengan saling berpegangan pada belt di pinggang temannya. Jadi miriplah dengan permainan ular tangga, cuma beda pegangannya saja.

Grup satu sudah mulai melaut

Berenang ditengah laut memang sudah sering saya lakukan, tapi entah kenapa waktu itu tiba-tiba agak sedikit nervous. Mungkin kalau biasanya saya loncat bebas sesuka hati, nah pas disini semua harus teratur sesuai prosedur. Kami terbagi dalam beberapa grup, sesuai dengan warna ikat pinggang yang kita pakai.

Nah tibalah saatnya giliran grup saya. Agak sedikit kaget ketika pertama kali masuk kedalam air laut. Duinginnya minta ampun, padahal tidak sedang musim dingin. Untunglah wetsuit yang saya pakai agak tebal, jadi agak sedikit melindungi tubuh saya dari rasa kedinginnan.

Airnya duingin banget gaesss

Hal pertama yang saya lihat adalah biru tosca yang damai. kehidupan bawah laut yang selalu menjanjikan kedamaian ketika belum ada tangan-tangan jahil yang mengganggunya.

Tiba-tiba ada gumpalan warna hitam melesat dibawah saya. Dan tidak hanya sekali saja, dua gumpalan ini mengitari kami seolah sedang memamerkan tarian terindahnya. Saya hanya tertegun, inilah yang membedakan trip ini dengan beberapa dolphin tour yang ada di tanah air. Kita diajak berenang bareng lumba-lumba dihabitat aslinya.

Tak cuma dua lumba-lumba itu, ternyata adalagi beberapa yang menyusul, berennag manja dari birunya laut yang dalam, muncul kepermukaan sambil menari-nari ceria. Setidaknya ada sekitar 8 lumba-lumba yang kami lihat.

Will,pemandu grup kami berkata, “grup kalian ini beruntung banget, grup-grup lain jarang yang melihat lumba-lumba sebanyak tadi. Tubuh kami mulai menggigil, dan Will memutuskan untuk naik kembali ke kapal dan menghangatkan diri dengan handuk yang juga sudah disediakan oleh pihak Rockingham Wild Encounters. Tak berselang lama,jam makan siang pun tiba. Benar-benar pengalaman yang luar biasa sih buat saya bisa berenang bareng lumba-lumba di habitat aslinya untuk pertama kalinya.

Pak kapten kapal

Will kembali menjelaskan bahwa lumba-lumba yang kami temui tadi adalah jenis hidung botol atau bottlenose (Tursiops truncatus) yang hidup di lautan lepas bersuhu tropis. Dan mereka itu mahluk sosial jadi mudah sekali di dekati kalau mereka sudah merasa nyaman dengan kita.

Setelah semua peserta naik ke kapal, Will menawari saya untuk mencoba underwater scooter. Wah sepertinya menarik sekali, tapi saya tak boleh egois, karena peserta trip lain pasti akan menunggu dengan muka belipat ha ha.

Perjalanan kembali ke Dermaga
Lumba-lumbanya asik bermain

Kapal mengarah kembali ke dermaga, sementara itu dibelakang kapal, banyak lumba-lumba mengikuti aliran ombak yang terbentuk akibat mesin kapal yang berjalan kencang. Bahkan sesekali mereka meloncat kegiraan seperti sedang diajak main, tapi sekali lagi bermain di habitat aslinya, bukan seperti sirkus yang menyiksa lumba-lumba itu.

Perjalanan dilanjutkan kembali ke kota Fremantle, karena kami akan ikut tur gedung-gedung tua yang ada disana serta melihat senja sebuah kota pelabuhan lama yang sulu sangat terkenal hinga ke inggris raya itu. yukk ahhhh.

Penganut Pesan Kakek "Jadilah pejalan dan belajarlah dari perjalanan itu". Suka Jalan-jalan, Makan-makan, Poto-poto dan Buat Video. Cek cerita perjalanan saya di Instagram dan Youtube @lostpacker

Related Posts

Leave a Reply