Bale Nagi ke Flores Timur yuk!

4
Savana Lamanabi

Siang terasa sangat terik sekali. Namun suasana syahdu dengan doa-doa Misa yang dibacakan. Bertempat di samping pelabuhan Ferry Larantuka, pesta nelayan ini digelar. Diawali dengan misa dan berdoa ucap syukur atas karunia hasil laut yang melimpah. Tak luput juga pemberkatan kapal-kapal nelayan yang ada di kampung Waibalun. Prosesi ini adalah rangkaian dari Festival Bale Nagi yang digelar oleh Pemerintah Daerah Flores Timur.

Suasana Dermaga Ferry Larantuka

Festival Bale Nagi ini lahir dari kerinduan para perantau yang berasal dari Flores Timur akan kampung halamannya. Acara ini digelar sejak 6 april dan akan berakhir pada 25 april nanti. Banyak sekali ragam budaya yang ditampilkan. Salah satunya yang paling kolosal adalah Semana Santa, helatan pekan suci yang sudah digelar lebih dari 500 tahun lalu.

Lomba Nyilem Ilek
Pekan Suci sambut Paskah

Semana Santa atau pekan suci ini adalah sebuah perayaan liturgi dan devosi umat Katholik di Larantuka. Biasanya diawali dengan Rabu Trewa, Kamis putih, Jumat Agung, Sabtu suci dan berakhir di minggu paskah. 

Jalan Salib di Prosesi Semana Santa Jumat Agung

Nah, Jalan Salib kolosal itu biasanya dilakukan pas jumat agung. Prosesi ini biasanya berlangsung sejak matahari tenggelam hinggal selesai. Tahun-tahun sebelumnya, prosesi ini bisa sampai jam 3 dinihari, namun kali ini agak menurun jumlah pesertanya, jadi sampai setengah dua dinihari sudah selesai prosesi jalan salib yang melintasi 8 armida (pemberhentian). Banyak faktor yang mempengaruhi menurunnya jumlah peziarah yang hadir, diantaranya adalah Pemilu dan Mahalnya tiket pesawat saat ini.

Semana Santa ini penuh dengan ratapan dan kepiluan

Para perantau biasanya pulang mudik ketika Semana Santa digelar. Moment inilah yang menjadi latar belakang festival bale nagi digelar. 

Perayaan Maria Alelyua di Konga
Sukacita didalam gereja
Patung kembali dibawa ke Gereja

Tak hanya Semana santa saja ternyata, saya juga bisa menyaksikan ritual  Maria Aleluya, yang ada di desa Konga. Letaknya tak jauh dari ibukota kabupaten Flores Timur. Hanya butuh waktu sekitar 45 menit berkendara dari kota Larantuka. Berbeda dengan perayaan Semana Santa yang penuh dengan suasa berkabung, Perayaan Maria Aleluya ini penuh suka cita. Semua warga kampung tumpah ruah dijalanan untuk mengarak arca Maria yang dibawa Portugis ke kampung itu pada masa lalu. Patung ini terlihat sedang tersenyum, ini yang di terjemahkan menjadi suka cita saat kebangkitan.

Tenun Flores Timur

Tak hanya dua perayaan suci itu saja, Festival Bale Nagi juga menyuguhkan beberapa ragam budaya adat yang berasal dari Flores Timur. Salah satunya adalah Pameran Tenun ikat. NTT memang punya warisan budaya yang sangat indah. Tak hanya perpaduan warnanya saja, filosofi yang tekandung dimasing-masing pola dalam kain tenun itu punya nilai-nilai luhur yang memukau kalau kita gali.

Savana Lamanabi

Selain budaya dan prosesi keagamaan seperti semana santa, Flores Timur juga punya alam yang luar biasa. Saya sempatkan waktu untuk mengunjungi Savana Lamanabi. Sebuah savana luas yang terletak di kecamatan Tanjung Bunga. Jalanan menuju lokasi ini juga sudah bagus. Baik motor maupun mobil bisa melintas dengan baik.

Tak jauh dari Savana Lamanabi, saya juga melihat adanya sebuah tempat yang tenangnya luar biasa. Trappist Lamanabi namanya. Pertama saya pikir tempat ini hanya untuk para pertapa saja, tapi ternyata setelah membunyikan lonceng sebanyak lima kali saya disambut oleh bapak Ponseanus, salah satu pertapa disana yang bertugas menerima tamu.

Bapa Ponseanus Salah satu Trappist

Tempat ini selain untuk para pertapa juga bisa digunakan oleh masyarakat umum yang ingin merasakan khusuknya doa. Jika menginap para tamu hanya dibebankan biaya 150rb/malam untuk ruangan kamar yang tak menggunakan AC, sedangkan kalau menggunakan AC 200rb/malam.

Adonara
Pantai Watutena
Pulau Mekko

Selain itu, Flores Timur juga punya dua pulau keren. Sebut saja pulau Solor dan Adonara. Solor punya pantai-pantai cantik yang bersih, sementara Adonara juga tak kalah cantik pantai-pantai pasir putihnya. Dua yang menjadi kesukaan saya adalah pantai Mekko dan Watutena. 

Gunung Lewotobi di belakang sana

Buat kalian penggila gunung, bisa juga mencoba trek gunung Lewotobi. Gunung kembar ini seolah memanggil-manggil ketika saya memandanginya dari atas bukit eputobi yang terletak di pinggir jalan.

Solor
Solor yang Indah
Trio Libels bersatu

Nah, dengan beragam aset wisata tersebut diatas, Flores Timur berharap bisa mendongkrak jumlah wisatawan yang masuk ke kabupaten ini. Dengan adanya banyak wisatawan masuk, ekonomi kerakyatan diharapkan akan berkembang jadi lebih baik sehingga kesejahteraan masyrakat juga akan terangkat.

4 COMMENTS

  1. Luar biasa keindahan alam dan kekayaan budaya Flores Timur. Apalagi, jika dua attraksi unggulan seperti “Semana Santa di Larantuka dan Konga serta diperkuat dengan Wisata Surfing yang adalah satu-satunya di pulau Flores. Saya menyarankan berita ini di muat dalam beberapa versi bahasa dan kemudian di sebarluaskan ke setiap media sosial sehingga bisa dibaca oleh orang2 diseluruh dunia. Saya kira ini adalah salah satu trik promosi untuk mendatangkan wisatawan mancanegara ke Flores Timur. Saya siap bantu untuk versi bahasa asingnya. Bisa kunjungi blog saya di http://www.alamkomodoflores.com

    Terima kasih.

    Peter Liwu

  2. huhuhu, aku kangen jalan-jalan Indonesia, tapi apa daya tiketnya lebih mahal dari luar negeri, mana undangan trip lokal pun tiada lagi. #eh

    semoga bisa balik ke Flores lagi, deh, pengin betul. kamu keren, ombolsz!!!

Komennya disini ya..