5 sosok inspirator bagi saya.

21
Mereka adalah inspirasi saya

Inspirasi bisa muncul dari mana saja, bisa dari carut marutnya lalu lintas di beberapa kota besar, bisa dari segelas kopi, bisa dari deru langkah kecil bocah-bocah di pelosok negeri ini yang harus menempuh jauhnya perjalanan untuk pergi kesekolah walaupaun tanpa alas kaki, bisa juga dari orang-orang yang memang berpengaruh dalam hidup kita.

Dalam tulisan kali ini saya ingin bercerita sedikit tentang inspirator yang  selama ini menjadi atau paling tidak membuat hidup saya bisa seperti sekarang ini.

Klise memang jika ketika di tanya tentang siapakah tokoh inspirasi kita, terus jawaban kita dengan lantang menjawab nama seorang nabi panutan atau bahkan kedua orang tua. Mereka tidak bisa di pungkiri pastilah banyak menjadi inspirasi bagi banyak insan di belahan dunia ini.

Namun para inspirator yang akan saya ceritakan disini kebanyakan datang dari orang-orang dekat, atau bahkan malah belum pernah bertemu muka. Namun tulisan-tulisannya sungguh membuat saya terinspirasi untuk berbuat sesuatu yang lebih baik.

1. Sugiyanto

Berkat jual cincinnya saya bisa melanjutkan sekolah
Berkat jual cincinnya saya bisa melanjutkan sekolah

Beliau ini adalah jelmaan dari seorang pahlawan bagi diri saya. Dia gagah berani berjuang agar saya tetap bisa melanjutakn pendidikan selepas dari sekolah dasar. Saya memang bukan berasal dari keluarga berkecukupan, ibu hanya seorang pedagang sayur di emperan toko sebuah pasar tradisional yang ada di kota kabupaten. Penghasilannya tentu tidak akan mencukupi untuk membayar uang masuk sekolah lanjutan tingkap pertama yang lumayan mahal bagi kami saat itu.

Dulu banyak sekali yang harus dibayar ketika akan memasuki bangku SMP. Mulai dari uang gedung, seragam, dan pungutan-pungutan yang saya sendiri tidak tahu itu untuk apa. Saya sudah ikhlas jika harus mengikuti jejak para pemuda kampung saya yang harus merantau jauh untuk mencari beberapa keping rupiah guna melanjutkan cerita hidup yang harus di jalani walaupu harus cukup puas dengan ijazah sekolah dasar, karena memang saat itu saya berada di sebuah kondisi tanpa pilihan.

Namun tidak bagi pria ini, Dia mengharuskan saya untuk tetap melanjutkan pendidikan. Pendidikan adalah sebuah keharusan jika kita ingin berubah. Alhasil dia harus merelakan sebuah cincin yang juga merupakan tabungan dari hasil bekerja paruh waktu di tengah rutinitas nya sebagai pelajar kekolah menengah kejuruan. Dan kisah ini pun berakhir hingga akhirnya saya bisa meraih gelar sarjana dari hasil keringat sendiri.

Dia bukanlah Karna, ksatria yang gagah berani di medan peperangan antara Pandawa dan Kurawa. Dia hanya sesosok manusia yang menurut saya berhati sangat mulia. Dari dia saya bisa belajar, bahwa masa kecil kita boleh miskin, karena kita tidak punya pilihan untuk dilahirkan dikeluarga mana, namun jika hal itu terjadi hingga kita dewasa tentu bukan sebuah pencapaian yang bisa di banggakan. Bukankah keberhasilan dan kesuksesan itu hak semua orang, jadi tidak perlu risau dari mana kita berasal, semua insan di dunia ini berhak atas keberhasilan.

Dia adalah kakak saya, walaupun kami bukan berasal dari rahim ibu yang sama.

2. Gola Gong

 

Kitab suci para pejalan
Kitab suci para pejalan

Cerita-cerita yang di tuliskan adalah kisah realita kehidupan. Pengambaran tokoh dan permasalahannya begitu gamblang dan enak untuk di nikmati. Dalam setiap masalah yang di kemukakan saya juga ikut banyak belajar.  Dan jujur dari novel inilah saya jadi terinspirasi untuk melakukan perjalanan dan mencoba belajar dari setiap perjalanan saya. Bukankah banyak sekali ilmu yang tidak kita dapatkan di bangku sekolah, justru malah kita temukan di jalanan..?

Pertama membaca tulisan tentang petualangan seorang remaja berkeliling melakukan perjalan dan belajar memaknai hidup dari perjalanan yang dia lakukan, terus terang saya terinspirasi. Dengan gamblang dia menggambarkan sosok ROY yang ada di dalam novel balada si Roy nya. Bait demi bait, kalimat demi kalimat tidak pernah luput dari indera penglihatan saya.

Semoga suatu saat bisa bertemu buka dengan beliau.

3. Ismurtyanto Tri Nugroho/Inoe

 

Waktu di Toraja
Waktu di Toraja

Ada sebuah cerita lucu ketika saya sedang melakukan perjalanan bersama ke suatu tempat. Ketika malam setelah seharian memotret objek-objek menarik di lokasi tersebut, saya heran kenapa foto saya beda sekali dengan foto yang dia hasilkan, padahal sudah pakai filter cpl sama seperti dia. Alhasil ternyata ketahuan pas keesokan harinya, saya asik aja motret dari berbagai angle pantai, tapi filter cpl yang menempel tidak pernah saya putar untuk mengatur tingkat pantulan cahaya matahari di objek yang saya foto, dan itulah yang membuat kenapa foto saya berbeda dengan yang dia hasilkan.

Saya selalu terkekeh ketika ingat betapa bodohnya saya dulu ha ha.Pria berperawakan kurus ini pertama mengenalnya dari sebuah blog yang dulu saya ikuti. Terus terang saya adalah pengagum dari foto-foto yang dihasilkan. Saya yang waktu itu buta sama sekali dunia fotografi, banyak belajar darinya. Bahkan mungkin angle-angle foto yang kami hasilkan jika sedang melakukan perjalanan bersama bisa di pastikan depalan puluh persen mirip. Saya juga tidak tahu kenapa, padahal tidak ada janji atau kesepakan untuk memotret seperti itu, mungkin ilmu yang dia tularkan sudah sukses menular dalam diri saya.

4. Ayos Purwoaji

 

Ketemu ayos pertama kali
Ketemu ayos pertama kali

Ayos juga yang mengintimidasi saya untuk ngeblog saat itu dan membuat video travel kala itu. Dulu posting foto ketika habis jalan-jalan adalah sebuah kebutuhan buat saya. Dari postingan itu biasanya banyak yang komen yang nyampah tapi seru. Masa-masa indah jaman multiply itu sungguh tidak akan pernah terlupa, meskipun saya harus rela berlama-lama di warnet.Pertama ketemu pria penggiat kegiatan jalan-jalan ini melalui sebuah e-book yang dia buat bersama rekan seperjalanan nya. “Alone Long Way from Home” begitulah judul yang diapakai dalam e-book itu. Tulisan-tulisan yang ada di dalamnya berkisah tentang perjalanan nya dari jawa hingga ke tanah Flores. Dan itu sangat inspiratif banget buat saya. Setelah selesai membaca kisah “Alone Long Way from Home” itu terbersit keinginan juga untuk belajar menulis. Alhasil saya memberanikan diri menghubungi nya. dan gayung bersambut

Hingga akhirnya pada triwulan terakhir pada 2010, Lospacker terbentuk. Nama Lostpacker sendiri juga tercetus dari hasil chatting semalaman dengan dia. Beberapa nama yang muncul terdahulu ternyata sudah ada yang memakainya, dan setelah hampir dini hari tercetus lah nama Lostpacker dari otaknya.

Thank you ayos..

5. Giri Prasetyo dan Febian Nurahman

 

Dua orang inspirasi saya dalam buat travel video
Dua orang inspirasi saya dalam buat travel video

Ketemu Giri pertama kali juga saya bingung ketika dia mejepretkan kamera fotonya hingga ratusan kali dengan menggunakan sebuah remote yang saya tidak tahu itu remote apaan, hingga akhirnya dia menjelaskan apa fungsi remote itu dan apa itu timelapse.Dua dedengkot per-Video an inilah juga para penggugah semangat bagi saya untuk belajar membuat video. Masih ingat ketika saya merepotkan Febian dengan pertanyaan-pertanyaan konyol via chatting ketika pertama kali mencoba membuat timelapse dengan kamera poket yang saya punya. Karena keterbatasan alat saya harus memencet shutter satu per satu karena penasaran dengan tehnik timelapse yang dulu belum sebombastis sekarang.

Melihat karya-karya para senior saya ini saya seperti terlecut oleh cemeti ganas untuk banyak belajar. Belajar suatu hal baru ternyata memang mengasik kan, hingga akhirnya saya benar-benar terjerumus ke dalam dunia pervideo an.

Itulah beberapa orang yang setidaknya bisa membuat saya terus bersemangat dan berkarya. Mereka adalah para inspirator bagi jiwa saya. Dari mereka saya banyak sekali belajar segala hal. Bukan kah hidup ini akan terasa indah ketika kita menemukan makna hidup kita yang sebenarnya. Beranilah bermimpi dan selalu kejar impian itu.

Siapakah tokoh inspirasi kalian?

21 COMMENTS

  1. “Bukan kah hidup ini akan terasa indah ketika kita menemukan makna hidup kita yang sebenarnya. Beranilah bermimpi dan selalu kejar impian itu” kalimat ini enak bgt om di bacanya… god bless you om bol :))

  2. Hahahahahahhaa… saya malah Mas Sutikno a.k.a Tekno Bolang lah yg menginspirasi saya untuk resign dan mulai berjalan..
    Belajar nulis dan Belajar foto serta buat video travel. Hahahahahhaa..?
    Saya banyak bertanya malah.. pernah juga nanya tentang mas bolang pake lensa apa, sampe gi mana buat time lapse, klo jalan ke satu kota apa aja yang diambil untuk buat video..
    hahahhahahahaha.. banyaklah..
    Matur Thank You Mas..
    dah jadi inspirasi buat saya..??

  3. Kamu adalahs alah satu inspirasiku untuk terus menulis dan memperbaiki teknik foto dengan baik Om Bolang. Terima kasih sudah mau berjalan bersama-sama dengan aku… 🙂 *Sending Hugs*

Komennya disini ya..